Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Upaya pelestarian situs budaya di wilayah perbatasan kembali mendapat perhatian pemerintah pusat setelah Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (7/3/2026), untuk meninjau sejumlah lokasi bersejarah yang dinilai memiliki potensi penting dalam peta sejarah nasional. Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menegaskan daerahnya menyimpan kekayaan historis kawasan perbatasan Aceh–Sumatera Utara dan berharap kunjungan tersebut dapat berlanjut pada program revitalisasi serta pengembangan infrastruktur kebudayaan.
Dalam agenda tersebut, Fadli Zon didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan disambut langsung oleh Bupati Armia Fahmi. Rombongan kemudian meninjau sejumlah titik situs budaya yang menjadi jejak peradaban masa lalu di wilayah yang dikenal sebagai gerbang timur Provinsi Aceh.
Bupati Armia Fahmi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan sejarah di daerah perbatasan tersebut. Menurutnya, kehadiran Menteri Kebudayaan membuka peluang penguatan program revitalisasi situs bersejarah yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.
“Kami sangat bangga menyambut Bapak Menteri Kebudayaan dan Bapak Wakil Gubernur. Kehadiran beliau-beliau di sini membuktikan bahwa Aceh Tamiang memiliki nilai strategis dalam peta sejarah nasional. Kami berharap kunjungan ini berlanjut pada program nyata pengembangan infrastruktur kebudayaan,” ujar Armia di sela-sela kunjungan.
Dalam dialog bersama Menteri Kebudayaan, Armia juga memaparkan karakter kebudayaan Aceh Tamiang yang terbentuk dari perpaduan nilai-nilai keislaman dengan tradisi Melayu-Aceh. Ia menegaskan bahwa pelestarian situs sejarah bukan sekadar menjaga artefak masa lalu, tetapi juga upaya merawat identitas dan memori kolektif generasi mendatang.
Menurut Armia, posisi Aceh Tamiang yang berada di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara menjadikan daerah tersebut menyimpan banyak jejak interaksi budaya serta jalur perdagangan masa lampau. Karena itu, penguatan penelitian sejarah dan perlindungan situs menjadi kebutuhan penting agar warisan tersebut tidak hilang.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pihaknya mencatat sejumlah potensi situs sejarah di Aceh Tamiang yang dinilai layak mendapat perhatian lebih lanjut. Selain penguatan penelitian arkeologi, pengembangan kawasan situs juga dinilai berpotensi mendukung sektor wisata sejarah di daerah perbatasan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan Pemerintah Aceh akan terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan warisan budaya leluhur tetap terjaga. Menurutnya, pelestarian situs sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab daerah, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat identitas kebudayaan Aceh di tingkat nasional.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi situs budaya serta diskusi mengenai langkah-langkah strategis pelestarian warisan sejarah di kawasan perbatasan Aceh–Sumatera Utara.
Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda Aceh Tamiang, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, serta sejumlah tokoh adat yang selama ini terlibat dalam upaya menjaga situs-situs bersejarah di daerah tersebut.
(Kamalruzamal)



fsppi