Lampumerahnews.id
KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan Kantor Bank Sampah PJM Green RW 07, Pondok Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati.
Peresmian ini menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan mendorong partisipasi warga dalam mengurangi sampah dari sumbernya.
Bank Sampah PJM Green memiliki perjalanan panjang. Berawal pada 2003 dengan hanya 10 nasabah dan volume sampah 19 kilogram, kini telah berkembang menjadi 80 nasabah dengan volume sampah yang dikelola lebih dari satu ton.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pentingnya membangun budaya memilah sampah dari rumah dan memperkuat peran bank sampah di tingkat RW.
“Pemilahan harus dimulai dari rumah, dan bank sampah menjadi ujung tombak pengelolaan di tingkat RW. Pemerintah bertugas melakukan sosialisasi dan memastikan masyarakat terlibat aktif,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bekasi mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih terarah pada 2028 dengan fokus pada penguatan bank sampah, optimalisasi lubang biopori, dan pengolahan sampah organik.
Ke depan, fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ditargetkan menjadi solusi penanganan sampah perkotaan dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton per hari. Namun masih terdapat sekitar 500 ton sampah per hari yang perlu ditangani agar tidak menumpuk di TPST.
Karena itu, penguatan bank sampah di setiap RW menjadi langkah penting. Warga didorong memilah sampah, memanfaatkan material yang masih bernilai ekonomis, serta mengolah sampah organik melalui biopori dan kompos.
Peresmian Kantor Bank Sampah PJM Green diharapkan memperkuat operasional, meningkatkan keterlibatan nasabah, dan menjadi ruang kolaborasi warga membangun lingkungan bersih dan berkelanjutan.
Dari 10 nasabah hingga 80 nasabah, dari 19 kilogram hingga lebih dari satu ton, perjalanan PJM Green menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terkecil.


