Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Kerusakan sejumlah fasilitas Masjid Taqwa Muhammadiyah di Kota Kuala Simpang menjadi perhatian Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Aceh Tamiang, Syahrel Nasir. Ia mendesak PT Pembangunan Perumahan (PT PP) bertanggung jawab dan segera memperbaiki kerusakan yang diduga berkaitan dengan pekerjaan pengorekan drainase di sekitar masjid.
Kerusakan tersebut dilaporkan meliputi septic tank yang jebol, pagar roboh, serta gapura masjid yang hancur. Menurut informasi dalam rilis yang disampaikan, kerusakan diduga terjadi akibat pekerjaan drainase menggunakan alat berat yang dilakukan perusahaan beberapa waktu lalu.
Syahrel menyampaikan desakan tersebut saat ditemui di salah satu warung kopi di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (21/10/2026).
“Untuk permasalahan ini, siapa yang akan bertanggung jawab? Saya meminta pihak perusahaan yang bersangkutan secepatnya melakukan perbaikan seperti semula, demi kenyamanan jamaah saat melaksanakan ibadah,” tegas Syahrel.
Ia menilai kerusakan septic tank turut menimbulkan persoalan bagi jamaah dan masyarakat sekitar. Bau tidak sedap yang ditimbulkan disebut mengganggu kenyamanan warga yang melintas maupun jamaah yang sedang beribadah di masjid tersebut.
Syahrel kembali meminta PT PP segera memperbaiki fasilitas yang rusak dan mengembalikannya seperti kondisi semula. Menurutnya, penanganan kerusakan perlu segera dilakukan agar aktivitas ibadah tidak terus terganggu.
“Karena akibat jebolnya septic tank, menimbulkan bau tak sedap dan sangat mengganggu jamaah yang sedang beribadah,” ujarnya.
Hingga informasi ini disusun belum ada memuat keterangan dari pihak PT PP mengenai dugaan penyebab kerusakan maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Konfirmasi kepada pihak perusahaan diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai pekerjaan drainase tersebut, kondisi fasilitas masjid setelah pekerjaan berlangsung, serta tindak lanjut atas tuntutan perbaikan yang disampaikan Ketua PPWI Aceh Tamiang.
Syahrel berharap persoalan tersebut segera diselesaikan yg melalui perbaikan fasilitas yang rusak sehingga jamaah dapat kembali beribadah dengan nyaman.
(Kamalruzamal)


