-->

TERKINI

Duka Insan Pers: Pencarian Jurnalis dan Awak Kapal di Selat Sunda Resmi Dihentikan

lampumerahnews
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WIB Last Updated 2026-09-18T12:45:14Z

Lampumerahnews.id

PANDEGLANG — Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap lima orang jurnalis serta tiga orang awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Keputusan ini diambil setelah operasi penyisiran intensif selama 10 hari tidak membuahkan hasil.  


​Rombongan yang berada di dalam kapal cepat KM Arupadhatu I tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.


Penyisiran Maksimal Selama 10 Hari


​Selama 10 hari masa operasi, ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan dengan mengandalkan belasan armada kapal serta dukungan pemantauan udara. Area pencarian bahkan sempat diperluas hingga mencakup ribuan mil laut persegi. Namun, hingga hari terakhir pelaksanaan operasi pada Kamis, 17 September 2026, petunjuk maupun tanda-tanda keberadaan para korban dan bangkai kapal belum berhasil ditemukan.


​Pihak otoritas menyatakan bahwa penghentian operasi dilakukan sesuai dengan SOP dan evaluasi teknis lapangan. Kendati operasi aktif ditutup, sistem pemantauan pasif (e-broadcast) tetap dijalankan kepada seluruh kapal pelayaran yang melintasi Selat Sunda. Operasi SAR dapat kembali dibuka sewaktu-waktu apabila ditemukan petunjuk atau bukti baru (novum) terkait keberadaan korban.


​Duka Mendalam bagi Dunia Pers


​Peristiwa ini mendatangkan duka dan rasa kehilangan mendalam bagi keluarga korban serta insan pers Indonesia. Berbagai aksi doa bersama dan ucapan belasungkawa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para jurnalis dan kru kapal yang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.  

Komentar

Tampilkan

Terkini