Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan pendidikan anak penyandang disabilitas harus tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, saat melakukan anjangsana ke SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang di Kualasimpang, Senin (17/8/2026).
Kunjungan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Ismail mengapresiasi para guru yang dengan kesabaran dan dedikasi mendidik serta membimbing siswa penyandang disabilitas. Menurutnya, keterbatasan tidak boleh menghilangkan hak anak untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi.
“Anak-anak berkebutuhan khusus merupakan tabungan masa depan bagi orang tua dan guru yang mendidik serta mengasuh mereka. Karena itu, pemenuhan hak pendidikan mereka harus tetap menjadi prioritas,” ujar Ismail.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus mendukung pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas agar mereka dapat tumbuh mandiri, percaya diri, serta memperoleh kesempatan yang setara dalam mengembangkan kemampuan.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati bersama tim anjangsana menyerahkan bantuan berupa perlengkapan penunjang pembelajaran dan fasilitas operasional sekolah. Bantuan tersebut diharapkan mendukung proses belajar sekaligus memotivasi siswa untuk terus bersemangat dan berprestasi.
Kepala SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, Supranata, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para guru untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik kepada siswa.
Anjangsana tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Plt. Sekda, para kepala SKPK, Kepala Kantor Kementerian Agama, dan para camat. Kegiatan ditutup dengan pertunjukan seni oleh siswa SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang.
Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dukungan terhadap pendidikan anak penyandang disabilitas bukan sekadar agenda peringatan kemerdekaan. Komitmen tersebut perlu diterjemahkan dalam dukungan pendidikan, fasilitas yang memadai, serta kesempatan yang lebih luas agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya.
(Kamalruzamal)


