-->

TERKINI

Menko Zulhas Apresiasi Langkah Wali Kota Bekasi Groundbreaking PSEL Bantargebang, Tekan 1.800 Ton Sampah/Hari

lampumerahnews
Kamis, 27 Agustus 2026, 21.56 WIB Last Updated 2026-08-27T14:56:38Z

Lampumerahnews.id

KOTA BEKASI — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam mempercepat penanganan persoalan sampah melalui pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang.


Apresiasi itu disampaikan Zulhas saat menjadi pembina Apel GEBRAK, Rabu (26/8/2026), yang merupakan singkatan dari _Gerakan Energi Bersih, Reduksi Sampah, Aksi Pilah, Kolaborasi Inovatif_ dalam rangka groundbreaking pembangunan PSEL Kota Bekasi.


Solusi Hilir Atasi 1.800 Ton Sampah Per Hari


Zulhas menilai groundbreaking PSEL sebagai langkah strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumur Batu. Saat ini, TPA tersebut menampung sampah dari Kota Bekasi sekitar 1.800 ton per hari.


"Groundbreaking pembangunan PSEL hari ini adalah solusi strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban TPA Sumur Batu melalui teknologi modern _waste-to-energy_," ujar Zulhas.


Ia menegaskan, PSEL tidak bisa berdiri sendiri. Penanganan sampah juga harus dimulai dari sisi hulu dengan mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.


"Aksi reduksi dan pilah sampah harus berjalan dari meja makan, dapur rumah tangga, lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan," tegasnya.


Menurutnya, pengurangan volume sampah dari hulu secara berkelanjutan menjadi kunci agar TPA tidak kembali mengalami kelebihan kapasitas.


Ajakan Wali Kota: Maksimalkan Bank Sampah


Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam apel yang sama mengajak seluruh camat, lurah, Kapolsek, Danramil, penggiat lingkungan, Ketua LPM, Koordinator BKM, hingga Ketua RW dan RT untuk memaksimalkan keberadaan bank sampah di wilayah masing-masing.


Ia meminta gerakan pengurangan dan pemilahan sampah disosialisasikan secara masif hingga ke seluruh pelosok Kota Bekasi.


"Mulai dari kebersihan diri di lingkungan rumah, sekolah, kantor, yang bisa kita pilah agar tidak semua masuk ke Bantargebang lagi. Ingat, kita masih ada PR 300 ton setiap harinya," tegas Tri.


Kawal Pembangunan Hingga Tuntas


Zulhas meminta seluruh pihak mengawal pembangunan PSEL agar berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat Kota Bekasi.


"Buktikan bahwa Bekasi yang asri bukanlah sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. Mulailah hari ini, dari tempat kita berdiri. Perangi sampah untuk Indonesia dan Kota Bekasi yang lebih asri," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini