Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG — Turnamen Bola Voli Semi Open Piala Datok Penghulu Cup I di Kampung Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, menjadi ruang kompetisi sekaligus pembinaan atlet muda dari sejumlah wilayah Aceh Tamiang. Ajang yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu diikuti peserta dari lima kecamatan dan 12 kampung.
Turnamen tersebut dibuka Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, mewakili Bupati Aceh Tamiang, di Kampung Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kamis (27/8/2026).
Syuibun mengatakan kegiatan olahraga di tingkat kampung tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter dan pencarian bibit atlet daerah.
Menurutnya, bola voli mengajarkan kerja sama, disiplin, sportivitas, ketekunan dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh dan berprestasi.
Ia mengapresiasi panitia dan masyarakat yang menyelenggarakan turnamen tersebut. Syuibun berharap kompetisi dapat menjadi wadah untuk menemukan pemain-pemain potensial yang kemudian dapat memperoleh pembinaan secara lebih berkelanjutan.
“Menang adalah prestasi, tetapi menjaga persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Syuibun juga mengingatkan para peserta dan suporter agar menjaga sportivitas serta ketertiban selama pertandingan. Menurutnya, kompetisi seharusnya tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat.
Pemkab Aceh Tamiang, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan olahraga dan kepemudaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta prestasi daerah.
Ia berharap kompetisi di tingkat kampung dapat menjadi salah satu jalur pembinaan sehingga atlet potensial dari daerah dapat berkembang dan nantinya mampu membawa nama Aceh Tamiang pada tingkat provinsi hingga nasional.
Turnamen Piala Datok Penghulu Cup I diikuti peserta dari lima kecamatan, yakni Sekerak, Bandar Pusaka, Bendahara, Karang Baru dan Kejuruan Muda.
Peserta juga berasal dari 12 kampung, yaitu Bandar Mahligai, Sekerak Kanan, Desa Jawa, Kerupuk, Paya Awe, Medang Ara, Rantau Panjang, Opak, Babo, Serkel, Sekumur dan Bendahara.
Keterlibatan peserta dari sejumlah kecamatan dan kampung tersebut menunjukkan bahwa kompetisi olahraga di tingkat lokal dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
Jika turnamen semacam ini digelar secara rutin dan diikuti pembinaan setelah kompetisi, lapangan kampung dapat menjadi salah satu titik awal pencarian serta pengembangan atlet Aceh Tamiang.
(Kamalruzamal)


