-->

TERKINI

“Cerita Pulih” Rekam Jejak Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang

lampumerahnews
Sabtu, 29 Agustus 2026, 11.00 WIB Last Updated 2026-08-29T04:00:44Z

 

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG — Pemulihan Aceh Tamiang setelah bencana bukan hanya soal membangun kembali jalan, jembatan dan rumah warga. Cerita tentang bagaimana masyarakat bertahan, bangkit dan memulihkan kehidupan juga perlu direkam agar tidak hilang dari ingatan publik.


Gagasan tersebut menjadi bagian dari Workshop Penerbitan dan Fotografi bertema “Cerita Pulih” yang digelar di WD Caffe, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis (27/8/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI melalui program Ekraf Peduli bertema “Cepat Pulih: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra” itu diikuti 70 peserta dari berbagai instansi dan profesi, termasuk insan pers, fotografer dan penulis.


Mewakili Bupati Aceh Tamiang, Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang, Ir. Muhammad Zein, membuka kegiatan tersebut.


Muhammad Zein mengatakan proses pemulihan pascabencana memiliki dimensi yang lebih luas daripada pembangunan fisik. Di balik pembangunan infrastruktur terdapat masyarakat yang harus memulihkan kehidupan, ekonomi, harapan dan kondisi psikologis mereka.


Karena itu, menurutnya, dokumentasi melalui fotografi dan penerbitan memiliki peran penting dalam merekam proses pemulihan tersebut.


Foto dapat menangkap berbagai sisi kehidupan masyarakat yang tidak selalu terlihat melalui angka dan laporan. Sementara tulisan dan buku dapat menjadi dokumentasi perjalanan daerah sekaligus bahan pembelajaran bagi generasi mendatang.


“Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Serap ilmu dari para narasumber agar karya fotografi dan tulisan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga kekuatan advokasi dan edukasi bagi masyarakat,” ujar Muhammad Zein.


Ia berharap workshop tersebut tidak berhenti pada peningkatan keterampilan peserta. Kegiatan itu diharapkan melahirkan kreator lokal yang mampu mengangkat cerita tentang ketangguhan masyarakat Aceh Tamiang dalam menghadapi bencana dan menjalani proses pemulihan.


Bagi daerah yang pernah mengalami bencana besar, dokumentasi juga memiliki nilai penting dalam membangun ingatan bersama. Foto, tulisan dan buku dapat menjadi arsip mengenai kondisi masyarakat, proses rehabilitasi, serta berbagai pengalaman yang dapat dipelajari untuk menghadapi risiko bencana pada masa mendatang.


Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media, Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Iman Santosa, mendorong peserta menggabungkan fotografi dan penerbitan secara kreatif meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.


Menurutnya, hasil workshop dapat dikembangkan menjadi buku dokumentasi bencana. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan melalui pelatihan berikutnya sehingga kemampuan peserta terus berkembang.


Dengan demikian, Cerita Pulih tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan kapasitas bagi fotografer dan penulis. Dokumentasi yang lahir dari proses tersebut berpeluang menjadi bagian dari arsip perjalanan Aceh Tamiang setelah bencana, sekaligus menyimpan pengalaman masyarakat untuk dipelajari generasi berikutnya.


Kegiatan turut dihadiri para kepala SKPK, narasumber dan fasilitator, insan pers, peserta workshop, serta undangan lainnya.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini