-->

TERKINI

Hendriko Dorong Pembinaan Atlet Aceh Tamiang Dimulai dari Desa

lampumerahnews
Rabu, 19 Agustus 2026, 18.24 WIB Last Updated 2026-08-19T11:24:56Z

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG — Potensi atlet muda di Aceh Tamiang dinilai perlu dibina sejak dari desa agar prestasi olahraga tidak hanya muncul ketika daerah menghadapi kejuaraan. Pembinaan berkelanjutan dinilai penting untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari investasi pembangunan generasi muda.


Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sekber Wartawan Indonesia (DPD SWI) Aceh Tamiang, Hendriko Lubis, mengatakan pembibitan atlet harus dilakukan secara berjenjang melalui desa, sekolah, kecamatan hingga tingkat kabupaten.


Hal tersebut disampaikan Hendriko di Karang Baru, Rabu (19/8/2026).


“Olahraga harus kita lihat sebagai investasi masa depan. Dari lapangan olahraga, kita bisa melahirkan generasi yang disiplin, sportif dan memiliki semangat juang. Prestasi mereka nantinya bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama Aceh Tamiang,” ujar Hendriko.


Menurutnya, pembinaan atlet tidak seharusnya dilakukan secara instan ketika agenda pertandingan sudah dekat. Anak-anak yang memiliki bakat olahraga membutuhkan ruang untuk berlatih, pendampingan pelatih, kompetisi yang berjenjang, serta fasilitas yang memadai.


Hendriko menilai masih terdapat anak muda yang memiliki potensi olahraga tetapi belum memperoleh kesempatan berkembang secara optimal. Keterbatasan fasilitas, pelatih dan program pembinaan yang berkelanjutan menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian.


Karena itu, ia mendorong sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), satuan pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas olahraga, dunia usaha, serta insan pers untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih terarah.


“Jangan hanya mencari atlet ketika ada kejuaraan. Pembinaan harus dimulai dari bawah. Desa-desa harus menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet Aceh Tamiang,” tegasnya.


Ia juga mendorong perhatian terhadap sarana dan prasarana olahraga, khususnya di wilayah pedesaan. Menurutnya, lapangan yang layak tidak hanya mendukung latihan atlet, tetapi juga menyediakan ruang positif bagi anak muda untuk mengembangkan bakat dan aktivitas yang sehat.


Pembinaan olahraga, kata Hendriko, juga memiliki dampak di luar arena pertandingan. Prestasi atlet di tingkat provinsi, nasional hingga internasional dapat ikut memperkenalkan daerah sekaligus membangun kebanggaan masyarakat terhadap Aceh Tamiang.


“Ketika atlet kita berprestasi, yang dikenal bukan hanya nama atletnya. Nama Aceh Tamiang juga ikut terangkat,” katanya.


Hendriko optimistis Aceh Tamiang memiliki potensi melahirkan atlet berprestasi jika pembinaan dilakukan secara serius, konsisten dan terukur.


“Potensi itu ada. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk membina, fasilitas yang memadai dan komitmen semua pihak. Kalau itu berjalan bersama, olahraga bisa menjadi salah satu kekuatan yang mengangkat prestasi sekaligus memperkenalkan Aceh Tamiang lebih luas,” pungkasnya.


Bagi Aceh Tamiang, pembinaan dari tingkat desa menjadi penting agar pencarian bakat tidak berhenti pada atlet yang sudah terlihat berprestasi. Dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan, potensi anak muda di berbagai wilayah dapat ditemukan lebih awal dan mendapat kesempatan berkembang secara lebih adil.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini