Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Ketika banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025, Kota Medan juga menghadapi bencana serupa. Namun di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Medan tetap mengirim armada pemadam kebakaran dan alat berat untuk membantu mempercepat pembersihan kawasan terdampak banjir di Aceh Tamiang. Bantuan itu kini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H.
Sebagai bentuk penghargaan atas solidaritas tersebut, Bupati Armia bersama Wakil Bupati Ismail dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Syuibun Anwar bersilaturahmi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Medan, Kamis (9/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Armia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kota Medan yang tetap mengirimkan bantuan meski daerahnya sendiri sedang dilanda banjir.
Menurut Armia, armada pemadam kebakaran dan alat berat dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan berperan membantu mempercepat pembersihan lumpur, material banjir, serta pemulihan akses di sejumlah kawasan terdampak di Aceh Tamiang.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian luar biasa dari Bapak Wali Kota Medan beserta jajaran. Meski Kota Medan juga sedang terdampak banjir, beliau tidak menutup mata dan langsung mengirimkan bantuan untuk mempercepat pembersihan di Aceh Tamiang," ujar Armia.
Ia mengatakan bantuan tersebut sangat membantu proses penanganan darurat dan mempercepat upaya pemulihan infrastruktur maupun lingkungan permukiman warga setelah banjir.
"Bantuan tersebut terbukti sangat meringankan beban masyarakat dalam memulihkan infrastruktur dan permukiman warga," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bantuan yang diberikan kepada Aceh Tamiang sepenuhnya dilandasi semangat kemanusiaan.
"Saat mendengar kondisi Aceh Tamiang membutuhkan bantuan darurat, kami langsung menurunkan pemadam kebakaran dan alat berat. Kami tidak mencari penghargaan atau timbal balik, ini murni tentang kemanusiaan dan persahabatan," ujar Rico.
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada 26 November 2025 menyebabkan puluhan ribu rumah terdampak serta merusak berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Hingga kini, pemerintah masih menjalankan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala daerah juga berharap hubungan baik yang terbangun saat penanganan bencana dapat terus berkembang menjadi kerja sama di berbagai bidang yang memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Tamiang maupun Kota Medan.
Bagi Aceh Tamiang yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana, sinergi antardaerah menjadi salah satu modal penting untuk mempercepat rehabilitasi ketika daerah menghadapi keterbatasan sumber daya dalam situasi darurat.
Solidaritas antardaerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan bencana. Ketika satu daerah menghadapi keterbatasan, dukungan dari daerah lain dapat mempercepat proses pemulihan sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak.
(Kamalruzamal)


