Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Di tengah kebutuhan pembiayaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang masih besar, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap skema hibah dan bantuan keuangan antardaerah dapat mempercepat pembangunan kembali infrastruktur, permukiman, serta pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak banjir bandang pada akhir 2025.
Skema tersebut merupakan salah satu langkah yang didorong Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Sumatera untuk memperkuat solidaritas antardaerah dalam membantu wilayah terdampak bencana.
Harapan itu disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., saat bersilaturahmi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Medan, Kamis (9/7/2026).
Menurut Armia, skema hibah antardaerah menjadi salah satu bentuk kolaborasi antarpemerintah yang diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi melalui dukungan pendanaan maupun sumber daya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas PRR. Inisiasi skema hibah antardaerah ini merupakan salah satu terobosan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur serta permukiman warga pascabencana," ujar Armia.
Dalam kesempatan tersebut, Armia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan yang menjadi salah satu daerah di Sumatera Utara yang mendukung implementasi kebijakan tersebut.
Menurutnya, komitmen Pemerintah Kota Medan telah terlihat sejak masa tanggap darurat banjir ketika armada pemadam kebakaran dan alat berat milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) tetap dikirim ke Aceh Tamiang meski Kota Medan juga sedang dilanda banjir.
"Walau Medan juga terdampak banjir, Pemerintah Kota Medan tetap bergerak membantu Aceh Tamiang. Dukungan itu sangat berarti bagi percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana di daerah kami," kata Armia.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan yang diberikan kepada Aceh Tamiang merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
"Aksi ini didasari semangat kemanusiaan dan persahabatan agar proses pemulihan Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat," ujar Rico.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Armia juga memaparkan perkembangan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Satgas PRR.
Program tersebut meliputi penyaluran bantuan stimulan rumah rusak, bantuan jatah hidup, bantuan sosial bagi penyintas, pembangunan Hunian Tetap (Huntap), pemulihan perekonomian masyarakat, hingga perbaikan berbagai infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Menurut Armia, keseluruhan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang berjalan memiliki nilai hampir Rp1 triliun dan dilaksanakan secara bertahap sesuai prioritas penanganan.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang masih melanjutkan berbagai program pemulihan pascabencana. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota menjadi bagian penting agar seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Armia berharap sinergi yang dibangun melalui Satgas PRR terus diperkuat sehingga berbagai program pemulihan dapat dipercepat, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga penyediaan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
Bagi masyarakat Aceh Tamiang, keberhasilan skema hibah antardaerah pada akhirnya tidak diukur dari banyaknya pernyataan dukungan atau komitmen yang disampaikan, melainkan dari seberapa cepat rumah yang rusak dapat dibangun kembali, infrastruktur dipulihkan, pelayanan publik kembali berjalan, dan roda perekonomian masyarakat bangkit setelah bencana.
(Kamalruzamal)


