-->

TERKINI

Menteri LH Menangis di KSI 2026 Saat Bela Program MBG Prabowo "Jangan Hina Niat Baik

lampumerahnews
Selasa, 28 Juli 2026, 23.04 WIB Last Updated 2026-07-28T16:04:35Z

 


Lampumerahnews.id

MOJOKERTO - Momen emosional terjadi saat Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menghadiri Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 di Mojokerto, Senin (27/7/2026).


Di hadapan peserta forum, Hanif tak mampu menahan haru saat menyampaikan pandangannya mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Suaranya bergetar dan air mata tampak menetes.


Menurutnya, program tersebut lahir untuk membantu masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan makanan layak. Memberi makan kepada yang lapar adalah tindakan kemanusiaan yang tidak semestinya menjadi sasaran cemoohan.


"Memberi makan orang yang lapar adalah tindakan yang mulia. Jangan sampai niat baik itu justru dihina," ujarnya dengan nada emosional hingga tersedu.


Usai acara, Hanif menegaskan bahwa kritik terhadap pelaksanaan program tetap diperlukan jika ditemukan pelanggaran. Namun ia menilai penyimpangan tidak boleh dijadikan alasan untuk menolak tujuan utama program.


"Kalau ada penyimpangan, tindak pelakunya. Program yang bertujuan membantu masyarakat jangan sampai dikorbankan," katanya.


Ia menambahkan, setiap program pemerintah memiliki potensi penyimpangan jika pengawasannya lemah. Karena itu fokus utama harus pada penindakan oknum, bukan menghentikan program yang bermanfaat.


Hanif juga menilai masih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian negara, terutama yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan setiap hari. Kehadiran MBG merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi sekaligus membantu kelompok rentan.


Di akhir penyampaiannya, ia melontarkan pernyataan tegas kepada pihak-pihak yang terus menghina program tersebut. Ia mengaku siap berada di garis depan untuk membela kebijakan yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan.


Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup itu menjadi perhatian publik dan memicu beragam tanggapan di media sosial. Sebagian mendukung pandangannya bahwa tujuan kemanusiaan harus dipisahkan dari dugaan pelanggaran. Sebagian lain menilai evaluasi terhadap implementasi MBG tetap harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel.


Program Makan Bergizi Gratis sendiri terus menjadi sorotan. Selain diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, pelaksanaannya juga dituntut berjalan sesuai aturan, transparan, dan tepat sasaran.

Komentar

Tampilkan

Terkini