-->

TERKINI

Kehadiran Ayah Diyakini Perkuat Mental Anak, MPD Aceh Tamiang Dukung Gamas

lampumerahnews
Minggu, 12 Juli 2026, 08.39 WIB Last Updated 2026-07-12T01:39:44Z



Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG – Kehadiran seorang ayah pada hari pertama masuk sekolah diyakini mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak, memperkuat ikatan emosional dalam keluarga, sekaligus menjadi awal yang baik bagi perjalanan pendidikan mereka. Karena itu, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tamiang, Muttaqin, mengajak para ayah untuk berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantarkan Anak ke Sekolah (Gamas) yang akan dilaksanakan serentak pada Senin, 13 Juli 2026.


Menurut Muttaqin, gerakan yang digagas Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut bukan sekadar mengantar anak ke gerbang sekolah, melainkan membangun budaya keterlibatan ayah dalam pendidikan sejak hari pertama.


"MPD Aceh Tamiang menyambut baik Gerakan Ayah Mengantarkan Anak ke Sekolah. Kehadiran ayah di hari pertama sekolah akan memberikan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan diri anak, sekaligus menjadi pesan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama dalam keluarga," kata Muttaqin, Sabtu (11/7/2026).


Ia menilai selama ini peran ayah masih kerap dipahami sebatas pencari nafkah. Padahal, berbagai penelitian dan pengalaman di dunia pendidikan menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan sekolah anak turut memengaruhi pembentukan karakter, kedisiplinan, motivasi belajar, hingga perkembangan emosional mereka.


Menurutnya, Gamas menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi dimulai dari rumah melalui perhatian dan keteladanan orang tua.


"Di tengah kesibukan bekerja, sering kali waktu kebersamaan antara ayah dan anak menjadi sangat terbatas. Gamas menjadi momentum sederhana, tetapi memiliki makna besar untuk mempererat hubungan emosional dalam keluarga," ujarnya.


Muttaqin mengatakan gerakan tersebut juga memiliki makna khusus bagi masyarakat Aceh Tamiang yang sedang terus bangkit setelah bencana banjir bandang. Di tengah upaya pemulihan berbagai sektor, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun masa depan daerah.


"Anak-anak kita telah melewati berbagai situasi yang tidak mudah. Memulai tahun ajaran baru dengan dukungan penuh dari keluarga akan menjadi suntikan semangat agar mereka kembali belajar dengan rasa percaya diri dan optimisme," katanya.


Ia menambahkan, langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui program Gamas sejalan dengan semangat MPLS Ramah 2026 dan program Pendidikan Bermutu untuk Semua yang menempatkan keluarga sebagai mitra utama sekolah dalam mendidik anak.


Muttaqin juga mengapresiasi komitmen Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Wakil Bupati Ismail, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mengajak seluruh masyarakat menyukseskan gerakan tersebut.


Menurutnya, sekolah membangun ilmu pengetahuan, sementara keluarga menjadi tempat pertama membentuk karakter. Ketika keduanya berjalan beriringan, kualitas pendidikan akan semakin kuat.


"Anak mungkin akan lupa hadiah yang pernah kita berikan, tetapi mereka akan selalu mengingat siapa yang menggandeng tangan mereka menuju sekolah pada hari pertama. Momen sederhana itu bisa menjadi kenangan yang membangun rasa percaya diri sepanjang hidupnya," tutur Muttaqin.


Ia berharap Gerakan Ayah Mengantarkan Anak ke Sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial setiap awal tahun ajaran, tetapi berkembang menjadi budaya baru di Aceh Tamiang yang mendorong semakin banyak ayah terlibat aktif dalam proses pendidikan anak, baik di rumah maupun di sekolah.


"Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kuatnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi masa depan. Semoga Gamas menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi pendidikan Aceh Tamiang," tutupnya.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini