Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Upaya memulihkan layanan kesehatan bagi ribuan warga terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan peralatan kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI yang akan digunakan untuk mengembalikan pelayanan medis di enam puskesmas yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025 tidak hanya merusak permukiman dan infrastruktur publik, tetapi juga berdampak pada fasilitas kesehatan. Sejumlah peralatan medis di puskesmas rusak maupun hilang sehingga pelayanan kepada masyarakat sempat berlangsung dengan berbagai keterbatasan selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Bantuan tersebut diserahkan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Sumarjaya, kepada Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, disaksikan Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, di Aula Dinas Kesehatan, Rabu (8/7/2026).
Peralatan kesehatan itu akan didistribusikan ke enam puskesmas terdampak, yakni Puskesmas Karang Baru, Bandar Pusaka, Kota Kualasimpang, Banda Mulia, Tamiang Hulu, dan Sekerak, sehingga pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal.
Dalam sambutannya, dr. Sumarjaya menyampaikan pesan Menteri Kesehatan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak bencana segera kembali beroperasi secara normal dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
"Pesan Bapak Menteri Kesehatan, layanan kesehatan harus segera dipulihkan seperti semula dengan memastikan kelengkapan fasilitas di puskesmas," ujar dr. Sumarjaya.
Bupati Armia Pahmi mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat yang terus mendampingi Aceh Tamiang sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
"Banjir yang melanda Aceh Tamiang November lalu telah berdampak pada kerusakan infrastruktur dan hilangnya peralatan medis pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat sangat terbatas dan terganggu. Alat kesehatan ini merupakan harapan bagi masyarakat kita yang membutuhkan penanganan medis secara komprehensif demi terwujudnya masyarakat yang sehat," kata Armia.
Ia juga mengungkapkan, sebelum penyerahan alat kesehatan ini, Kementerian Kesehatan RI telah lebih dahulu mengirimkan tenaga medis, bantuan logistik kesehatan, serta ambulans untuk mendukung penanganan korban banjir di Aceh Tamiang.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan komitmen Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI yang terus mendampingi Aceh Tamiang dalam proses pemulihan pascabencana," ujarnya.
Adapun bantuan yang diterima meliputi lima unit tensimeter digital, lima unit antropometri kit, lima unit alat sterilisator, lima unit tempat tidur pasien, lima unit stetoskop, serta enam unit dental unit. Seluruh peralatan tersebut akan ditempatkan di enam puskesmas penerima agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat kembali berjalan maksimal.
Bupati Armia berharap seluruh bantuan tersebut dikelola dan dirawat dengan baik oleh tenaga kesehatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga berharap dukungan pemerintah pusat dapat berlanjut melalui peningkatan fasilitas kesehatan hingga ke tingkat Puskesmas Pembantu (Pustu).
Penerimaan bantuan turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ketua Komisi III DPRK Aceh Tamiang, Kajari Aceh Tamiang, perwakilan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Polres Aceh Tamiang, Kepala Dinas Kesehatan, para kepala OPD, Ketua MPD, Ketua MAA, Ketua MPU, para kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta tamu undangan lainnya.
(Kamalruzamal)


