-->

TERKINI

Aceh Tamiang Bangkitkan Sawah Pascabanjir, Teknologi Modern Diterapkan di 2.673 Hektare

lampumerahnews
Jumat, 17 Juli 2026, 10.22 WIB Last Updated 2026-07-17T03:22:34Z

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG – Setelah berbulan-bulan sawah tertutup lumpur dan gagal ditanami akibat banjir bandang, ribuan hektare lahan pertanian di Aceh Tamiang mulai kembali digarap. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Kementerian Pertanian menerapkan teknologi pertanian modern untuk mempercepat pemulihan produktivitas sekaligus menghidupkan kembali sumber penghasilan petani.


Program Optimasi Lahan (Oplah) Bencana Kementerian Pertanian menargetkan rehabilitasi 2.673 hektare sawah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 712 hektare masuk kategori rehabilitasi sedang yang memerlukan pemulihan menyeluruh terhadap struktur tanah, sedangkan sekitar 1.900 hektare lainnya mendapat penanganan ringan agar petani dapat segera kembali menanam.


Upaya itu ditandai dengan tanam padi perdana di lahan rehabilitasi Kampung Teluk Halban, Kecamatan Bendahara, Kamis (16/7/2026). Berbeda dengan pola tanam konvensional, kegiatan ini menggunakan sistem Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalui metode tebar benih langsung menggunakan alat mekanis untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.


Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian Aceh Tamiang. Karena itu, pemulihan lahan sawah dinilai akan berdampak langsung terhadap pendapatan ribuan keluarga petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.


Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, mengatakan penerapan teknologi pertanian modern menjadi langkah penting untuk mempercepat kebangkitan sektor pertanian setelah bencana.


“Tanam perdana ini bukan sekadar memulai musim tanam, melainkan bukti nyata pemanfaatan teknologi untuk mempercepat kebangkitan petani. Melalui sinergi Oplah Bencana dan metode PM-AAS, kita menargetkan kenaikan angka produktivitas hasil panen dari tiap lahan sawah yang ada,” ujarnya.


Program tersebut melanjutkan upaya pemulihan yang sebelumnya diawali melalui tanam padi perdana pascabencana di Kampung Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir bersama Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Peternakan Ruminansia Kecil (BRMP) Ruminansia Kecil, Muhammad Syawal, yang mewakili Kementerian Pertanian, mengatakan rehabilitasi difokuskan pada pemulihan struktur tanah agar lahan kembali produktif.


Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian juga menyalurkan 70 unit pompa irigasi ke kawasan rawan kekeringan guna menjaga ketersediaan air selama musim tanam.


Selain itu, pemerintah turut memberikan bantuan lima unit traktor roda empat untuk memperkuat mekanisasi pertanian dan meningkatkan efisiensi pengolahan lahan di tingkat kelompok tani.


Tanam perdana ini turut dihadiri Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Yusbar, jajaran Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, brigade pangan, unsur Forkopimcam Bendahara, serta para petani.


Bagi ribuan petani di Aceh Tamiang, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari luas sawah yang kembali ditanami, tetapi juga dari pulihnya hasil panen dan pendapatan keluarga. Melalui rehabilitasi lahan, penerapan teknologi modern, serta dukungan sarana produksi, pemerintah berharap sektor pertanian kembali menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi Aceh Tamiang sekaligus mengembalikan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Aceh.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini