Lampumerahnews.id
JAKARTA – Malam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kelurahan Tugu Selatan, Jakarta Utara, terasa berbeda. Anak-anak binaan "Yayasan Arina Al-Haq 24 menggelar Pawai Obor Keliling dan Gebyar Muharram sebagai bentuk syiar Islam dan penyambutan tahun baru Hijriah, Senin (15/6/2026).
Pawai Obor Tertib Selepas Magrib
Kemeriahan dimulai selepas salat Magrib dan doa bersama di halaman kantor Yayasan Arina Al-Haq. Rombongan murid, guru, dan orang tua siswa turun ke jalan dengan tertib. Pawai dikoordinir guru pembimbing dengan satu rute berkeliling perkampungan Tugu Selatan.
Anak-anak membawa obor, sementara pemuda dan orang tua melantunkan salawat. Meski sederhana, suasana sukacita warga menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1448 H terasa kental.
Gebyar Muharram: Riwayat Hijrah hingga Wisuda Tahfidz
Usai pawai, acara dilanjutkan di aula yayasan. Rangkaian kegiatan dibuka pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW tentang peristiwa Hijrah hingga penetapan kalender Hijriah oleh para sahabat, dipimpin guru pembimbing.
Acara disusul pembacaan puisi oleh " April.dan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh " Dede Kembar yang baru lulus wisuda tahfidz Mafaza Sekar Pengukir dan Mazayu Sekar Kedaton* - lulusan TPA Al-Inayah 24 yang telah memegang sertifikat munaqosah.
Ceramah agama disampaikan Ust. M. Jam'an Alwani dengan interaksi langsung ke jemaah, membuat suasana terasa hidup dan meriah.
Apresiasi Wali Santri dan Santunan Anak Yatim
Ustadz Zae Abu Elhasan , pengurus yayasan, bersyukur acara Gebyar Muharram bisa terlaksana. Pawai obor digelar atas permintaan wali santri untuk mengobati rindu, karena tahun lalu batal akibat hujan.
"Salah satu hikmahnya adalah syiar Islam. Kedua, menumbuhkan semangat belajar para santri. Kami juga perkenalkan santri penghafal Al-Qur'an yang sudah lulus wisuda tahfidz, agar jadi hikmah dan semangat bagi wali murid," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi santri usia dini seperti Adam, 4 tahun , yang sudah belajar Iqro. "Kami ingin membangkitkan semangat orang tua untuk tidak sayang dengan duitnya. Ayo, punya uang, ngajiin anaknya biar ada modal di kemudian hari," kilahnya.
Puncak acara, yayasan menyalurkan santunan kepada 2 anak yatim: Violeta dan Alfatih. Dana santunan berasal dari iuran wali murid selain untuk makan bersama.
Agenda Rutin ke depan
Ustadz Zae menegaskan Gebyar Muharram akan dijadikan agenda rutin, selain kegiatan hari besar Islam lainnya seperti buka puasa bersama dan agenda pendidikan lainnya.
"Acara ini ke depannya menjadi agenda rutin di samping hari besar Islam lainnya. Seperti buka puasa bersama, dan banyak agenda-agenda yang kami persiapkan buat mereka," pungkasnya.


