Lampumerahnews. Id
ACEH TAMIANG – Harapan ratusan penyintas banjir bandang Aceh Tamiang untuk segera menempati rumah permanen kian mendekati kenyataan. Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memastikan 100 unit Hunian Tetap (Huntap) Bhara Daksa Indah di Kecamatan Kejuruan Muda telah siap dihuni menjelang peresmian yang direncanakan dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sementara itu, pembangunan tahap lanjutan terus dikebut hingga mencapai target 300 unit rumah permanen.
Kepastian tersebut diperoleh saat Kapolda Aceh meninjau langsung kawasan Huntap Bhara Daksa Indah, Kamis (25/6/2026). Didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, pejabat utama Polda Aceh dan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, Kapolda memeriksa kondisi rumah, fasilitas umum serta infrastruktur pendukung untuk memastikan seluruh sarana benar-benar siap dimanfaatkan masyarakat penerima manfaat.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, peninjauan dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga kawasan hunian dapat segera diresmikan sekaligus ditempati warga.
"Kapolda Aceh ingin memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung Huntap Bhara Daksa Indah berada dalam kondisi optimal sehingga siap diresmikan oleh Kapolri sekaligus siap ditempati oleh masyarakat," ujar Joko.
Huntap Bhara Daksa Indah dibangun di atas lahan sekitar enam hektare dengan target akhir 300 unit rumah tipe 36. Pada tahap pertama telah dibangun 150 unit yang terdiri dari 50 rumah Precast, 50 rumah Ruspin dan 50 rumah kayu. Hingga kini, seluruh rumah Precast dan Ruspin telah rampung 100 persen dan siap dihuni, sedangkan rumah kayu juga telah selesai dibangun dengan sebagian besar unit telah memasuki tahap siap ditempati.
Pembangunan tahap berikutnya sebanyak 150 unit tambahan melalui metode konvensional dan Ruspin masih terus berlangsung hingga target keseluruhan tercapai. Selain membangun rumah, kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pematangan lahan, jalan lingkungan, jaringan air bersih, 250 sambungan listrik rumah, hingga pembangunan gapura kawasan dan tanggul pengendali banjir guna meningkatkan keamanan permukiman.
Keberhasilan pembangunan Huntap Bhara Daksa Indah juga merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Polres Aceh Tamiang memfasilitasi hibah lahan seluas enam hektare dari PTPN I Regional VI sekaligus mendorong percepatan proses sertifikasi tanah dan bangunan agar masyarakat penerima manfaat memperoleh kepastian hukum atas tempat tinggal mereka.
"Huntap Bhara Daksa Indah menjadi simbol kehadiran negara dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. Semoga kawasan ini menjadi awal baru bagi warga untuk menata kembali kehidupan yang lebih baik, aman, dan sejahtera, sekaligus menjadi kawasan hunian yang nyaman, tertata, dan berkelanjutan," tutup Joko.
Bagi sebagian penyintas, keberadaan hunian permanen ini menjadi akhir dari penantian panjang setelah berbulan-bulan bertahan di hunian sementara sejak banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada November 2025. Kehadiran Huntap Bhara Daksa Indah diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan warga sekaligus memberikan rasa aman melalui kawasan permukiman yang lebih layak dan didukung infrastruktur dasar.
Secara keseluruhan, pemerintah bersama berbagai kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan menargetkan pembangunan 2.212 unit hunian tetap bagi korban banjir di Aceh Tamiang. Huntap Bhara Daksa Indah yang dibangun Polri menjadi salah satu proyek yang lebih dahulu memasuki tahap siap huni, sehingga diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kabupaten tersebut.
(Kamalruzamal)


