Lampumerahews.id
ACEH TAMIANG -;Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH melepas 273 petugas Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor BPS Aceh Tamiang, Senin (15/6/2026), di tengah upaya memetakan kondisi usaha masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang merusak permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi warga pada akhir 2025 lalu.
Pelaksanaan sensus berlangsung di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih akibat banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor yang menerjang Aceh Tamiang. Bencana tersebut berdampak terhadap lebih dari 310 ribu jiwa atau sekitar 75 ribu kepala keluarga di 216 kampung dalam 12 kecamatan. Sejumlah fasilitas umum, sekolah, fasilitas kesehatan hingga perkantoran pemerintah dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat.
Dalam sambutannya, Bupati Armia menegaskan data hasil Sensus Ekonomi 2026 sangat penting untuk menggambarkan kondisi riil perekonomian daerah, termasuk sektor usaha yang terdampak bencana maupun sektor yang masih memiliki potensi berkembang.
“Data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting untuk menggambarkan kondisi riil perekonomian daerah, termasuk sektor-sektor yang terdampak bencana maupun sektor yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Armia.
Ia juga meminta masyarakat dan pelaku usaha menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap. Menurutnya, kualitas data akan menentukan arah pembangunan dan strategi percepatan pemulihan ekonomi Aceh Tamiang ke depan.
Kepada para petugas, Armia memberi peringatan keras agar tidak melakukan manipulasi data selama proses pendataan berlangsung.
“Isilah kuesioner pendataan dengan data riil yang objektif di lapangan. Jangan sekali-kali melakukan rekayasa data atau menyalin data dari balik meja. Satu kesalahan data yang saudara catat akan melahirkan kebijakan yang salah bagi masa depan daerah kita,” tegasnya.
Ia menilai akurasi data menjadi kunci penting dalam menentukan keberhasilan program pemulihan ekonomi daerah pascabencana.
“Dengan data yang akurat, kita dapat menyusun kebijakan yang tepat. Dengan kebijakan yang tepat, kita dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Dan dengan kerja sama seluruh pihak, kita optimis Kabupaten Aceh Tamiang dapat bangkit lebih cepat, pulih lebih kuat, dan tumbuh lebih maju,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Aceh Tamiang, Nurmanuddin, menyebutkan sebanyak 273 petugas akan melaksanakan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Mereka akan menjangkau 931 satuan lingkup setempat yang tersebar di seluruh kecamatan di Aceh Tamiang.
Pendataan tersebut dinilai penting untuk memetakan kondisi terbaru UMKM, perdagangan, sektor jasa, hingga usaha masyarakat yang terdampak banjir bandang dan kerusakan infrastruktur pada akhir 2025 lalu. Hasil sensus nantinya diharapkan menjadi pijakan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi daerah secara lebih tepat sasaran.
“Saya yakin para petugas ini siap menjangkau seluruh wilayah Aceh Tamiang demi menghasilkan data yang akurat dan berkualitas,” kata Nurmanuddin.
Pelepasan petugas ditandai dengan pemasangan atribut sensus kepada perwakilan petugas sebelum diberangkatkan ke wilayah pendataan masing-masing.
(Kamalruzamal)


