-->

TERKINI

Pengangguran Muda Aceh Tamiang Didorong Turun Lewat Pelatihan Bersertifikat

lampumerahnews
Sabtu, 23 Mei 2026, 11.28 WIB Last Updated 2026-05-23T04:29:08Z

 Lampumerahnews.id 


Aceh Tamiang - Persaingan kerja yang semakin ketat mulai menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Kabupaten , terutama di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan dan cepatnya perubahan kebutuhan industri. Jika tidak diimbangi keterampilan kerja yang memadai, bonus demografi yang dimiliki daerah justru berisiko berubah menjadi beban pengangguran baru.


Untuk menekan kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mulai menggencarkan pelatihan kompetensi berbasis sertifikasi melalui program Skills Development Center (SDC) yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan.


Program tersebut dibuka langsung Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, di Aula Setdakab, Jumat (22/5/2026). Pelatihan difokuskan pada keterampilan yang dinilai memiliki peluang kerja dan usaha cukup tinggi, mulai dari bakery, menjahit hingga operator drone.


“Dunia sudah berubah, kehidupan ke depan semakin menantang dan kompetitif. Gali potensi diri dan harus ada kemampuan sendiri jangan hanya berharap kepada orang lain serta manfaatkan teknologi,” ujar Armia dalam sambutannya.


Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin mengubah pola pikir generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri melalui jalur wirausaha dan penguasaan teknologi.


“Ingat, hidup itu pilihan. Tujuan hidup kita mencari kebahagiaan dan kesuksesan lahir batin. Namun setiap langkah yang diambil harus dipikirkan baik dan buruknya,” tambahnya.


Kepala Disnakertrans Aceh Tamiang, Rafe’i, melaporkan sebanyak 32 peserta akan mengikuti pelatihan bakery, 16 peserta pelatihan menjahit dan 16 peserta lainnya mengikuti pelatihan operator drone. Seluruh peserta dijadwalkan menjalani pelatihan di BBPVP Medan selama 26 hari mulai awal Juni.


“Peserta nanti akan tinggal di Balai Pelatihan, akan mendapatkan konsumsi, uang saku, pakaian praktik, biaya laundry dan sertifikat BNSP,” kata Rafe’i.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh pada Februari 2026 mencapai 5,88 persen atau sekitar 156 ribu orang. Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya dan menunjukkan pasar kerja di Aceh masih menghadapi tekanan, terutama bagi kelompok usia muda dan lulusan baru.


Dalam kondisi itu, pelatihan berbasis kompetensi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Pemerintah daerah menyebut program SDC tidak hanya berhenti pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi juga diarahkan hingga penempatan kerja maupun dukungan modal usaha bagi peserta yang ingin membangun usaha mandiri.


Pelatihan operator drone dalam program ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan, pemetaan hingga dokumentasi lapangan yang mulai berkembang di daerah. Tanpa peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, generasi muda Aceh Tamiang dikhawatirkan semakin sulit bersaing di tengah perubahan pasar kerja yang makin berbasis teknologi.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini