Lampumerahnews.id
BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menegaskan kolaborasi semua pihak jadi kunci mewujudkan pendidikan bermutu tanpa diskriminasi. Hal itu disampaikan saat membuka Seminar Nasional Pendidikan 2026 di Sofia Convention Hall, Cimuning, Rabu (6/5/2026).
Seminar bertema “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu: Refleksi Hardiknas dan Proyeksi Indonesia Emas 2045” itu jadi ruang bersama membahas masa depan pendidikan.
“Seminar ini membuka ruang seluas-luasnya untuk kita bersama-sama mewujudkan pendidikan bermutu, melalui kolaborasi dari semua pihak. Dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh peserta didik yang ada, tanpa membedakan apapun, semua pihak mendapatkan hak yang sama untuk mengenyam pendidikan layak,” ujar Harris.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum refleksi untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional yang inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, hakikat pendidikan adalah proses tulus untuk memanusiakan manusia.
Guru Pilar Utama
Harris menegaskan guru merupakan pilar utama pembentukan SDM unggul. Tidak ada negara maju tanpa tenaga pendidik yang profesional, berkarakter, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Tanpa guru yang berkualitas, pembaharuan kurikulum dan program pendidikan tidak akan berjalan optimal. Guru adalah penghubung antara kebijakan pendidikan dan proses pembelajaran di ruang kelas,” tegasnya.
Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan kompetisi global menuntut sistem pendidikan terus berinovasi. Di titik itu, guru berperan strategis sebagai pengarah, pendamping, sekaligus penggerak perubahan.
Mutu Guru Tanggung Jawab Bersama
Wawali mengingatkan mutu guru bukan hanya tanggung jawab guru. Pemerintah, PGRI, sekolah, orang tua, hingga masyarakat perlu kolaborasi.
Langkah konkretnya: sediakan pelatihan profesional berkelanjutan, tingkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja guru, dorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta jaga lingkungan yang mendukung inovasi dan kreativitas.
“Ketika seluruh pihak bergerak dalam satu visi memperkuat mutu guru maka pendidikan Indonesia akan berkembang lebih cepat dan lebih terarah,” pungkas Harris.


