-->

TERKINI

Banjir dan Longsor Kian Mengancam, Pemuda Aceh Mulai Didorong Peduli Lingkungan

lampumerahnews
Kamis, 14 Mei 2026, 17.25 WIB Last Updated 2026-05-14T10:25:26Z

Lampumerahnews.id



BANDA ACEH — Banjir, longsor dan cuaca ekstrem yang terus berulang di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera mulai memunculkan dorongan agar generasi muda lebih terlibat dalam isu pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.


Kesadaran tersebut mengemuka dalam kegiatan “Kampanye Pemuda Aceh Peduli Lingkungan” yang digelar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh di kawasan Hutan Kota Tibang, Kamis (14/5/2026).


Kegiatan itu berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan yang dinilai ikut mempengaruhi munculnya bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah, mulai dari banjir, longsor hingga kerusakan kawasan aliran sungai.


Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, mengatakan persoalan lingkungan kini berkaitan langsung dengan meningkatnya risiko bencana yang terjadi di berbagai wilayah.


Menurutnya, menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi dampak bencana sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.


“Peran pemuda sangat penting dalam menjaga lingkungan dan membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat,” ujar Budi Afrizal saat 

menghadiri kegiatan kampanye lingkungan yang turut diisi deklarasi, penandatanganan petisi, penanaman pohon dan aksi bersih kawasan Hutan Kota Tibang.


Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera berulang kali dilanda banjir dan longsor yang dipicu kombinasi cuaca ekstrem, kerusakan lingkungan, berkurangnya kawasan resapan air hingga persoalan pengelolaan daerah aliran sungai.


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh sebelumnya juga pernah menyoroti kerusakan kawasan hulu DAS, deforestasi hingga ekspansi perkebunan yang disebut ikut memperparah risiko banjir di sejumlah wilayah Aceh. WALHI bahkan menyebut banjir yang terus berulang tidak lagi semata persoalan bencana alam, tetapi mulai mengarah pada krisis ekologis akibat kerusakan lingkungan.


Kondisi tersebut mulai memunculkan dorongan agar kampanye lingkungan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kesadaran nyata masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, sungai dan daerah resapan air yang selama ini dinilai semakin tertekan akibat kerusakan lingkungan.


Melalui kampanye itu, pemuda Aceh diharapkan mulai terlibat lebih aktif dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran mitigasi bencana di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim di kawasan Sumatera.



(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini