Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG — Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi personel Polri korban bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang mulai memasuki tahap penyelesaian. Sebagian rumah bahkan telah rampung dan disiapkan untuk segera ditempati setelah banjir besar melanda wilayah tersebut pada 2025 lalu.
Perkembangan pembangunan huntap itu ditinjau langsung Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (18/5/2026).
Sebanyak 216 unit rumah dibangun di Dusun Kelapa Sari, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, sebagai bagian dari pemulihan pascabencana bagi personel Polri terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, 50 unit rumah precast dan 50 unit rumah Sistem Panel Instan (Ruspin) dilaporkan telah selesai 100 persen. Sementara 50 unit rumah kayu mencapai progres 94 persen, 50 unit rumah konvensional 57 persen dan 16 unit Ruspin Tahap II masih dalam tahap awal pengerjaan.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target agar fasilitas hunian dapat segera dimanfaatkan personel terdampak bencana.
“Situasi keamanan yang aman dan kondusif harus terus dijaga bersama agar pembangunan daerah, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat dapat berjalan optimal,” ujar Marzuki Ali Basyah.
Selain meninjau huntap, Kapolda Aceh juga mengecek Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) serta meresmikan Lapangan Apel Duduk Setikar Polres Aceh Tamiang yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi.
Dalam arahannya, Kapolda Aceh turut menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan publik agar proses pemulihan masyarakat pascabencana dapat berjalan dengan baik.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, sebelumnya menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Aceh dalam percepatan pembangunan fasilitas hunian bagi personel terdampak bencana di daerah tersebut.
(Kamalruzamal)


