-->

TERKINI

Kematian Misterius Aktivis BUMN: Jumhur Hidayat Desak Polisi Bongkar Jejak Pembunuhan Pak Hermanto!

lampumerahnews
Selasa, 10 Maret 2026, 21.58 WIB Last Updated 2026-03-10T16:35:23Z

Lampumerahnews.id 


JAKARTA – Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, melayangkan tuntutan keras agar aparat kepolisian mengusut tuntas kematian tragis aktivis buruh dan anti-korupsi, Hermanto Usman . 


Jumhur menegaskan bahwa setiap kejahatan pasti meninggalkan jejak yang harus ditemukan guna mengungkap motif di balik peristiwa yang hingga kini masih dianggap "gelap" tersebut.Selasa (10/03/2026)

​Meskipun Pak Hermanto dikenal sangat vokal membongkar praktik korupsi di lingkungan BUMN, termasuk kekecewaannya terhadap perpanjangan kontrak JICT tahun 2015, Jumhur mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam asumsi liar sebelum ada bukti nyata dari kepolisian.


​"Kita tidak bisa menduga-duga apakah ini terkait dengan aktivitasnya atau tidak. Tapi yang jelas, soal ketidaksetujuan pada JICT, saya pun marah saat itu," ujar Jumhur merujuk pada rekam jejak kritik terhadap kebijakan BUMN. 


Ia menekankan pentingnya objektivitas karena banyak aktivis lain yang jauh lebih "galak" namun tidak berakhir pada kematian, sehingga setiap kasus memiliki kekhususan tersendiri.


​Jumhur meyakini bahwa pihak kepolisian harus mampu bertindak objektif dalam mengejar pelaku, mengingat nyawa seorang aktivis menjadi taruhannya. Ia menyoroti beberapa poin krusial dalam diskusi tersebut Karena menyangkut nyawa manusia, polisi wajib mengejar pelaku hingga tuntas.


Diduga aksi pembunuhan dilakukan secara sangat tertutup, sehingga aparat perlu bekerja ekstra keras untuk menemukan bukti yang sengaja disembunyikan.


Jumhur menolak menyimpulkan secara prematur bahwa pembunuhan ini pasti terkait dengan kasus JICT atau korupsi BUMN lainnya sebelum motif aslinya terungkap secara transparan oleh penyidik.

​Kematian Pak Hermanto kini menjadi ujian bagi kredibilitas kepolisian dalam menangani kasus yang melibatkan tokoh vokal di sektor publik. 


Jumhur menegaskan bahwa dirinya tidak berani menghubungkan kasus ini secara langsung dengan isu tertentu tanpa dasar yang kuat, namun ia memastikan akan terus mengawal agar keadilan ditegakkan.


​"Kalau motifnya nanti ditemukan oleh kepolisian, harusnya semua bisa terbongkar. Kita harus objektif," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini