Lampumerahnews.id
Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan kembali Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Sarinah usai direvitalisasi di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/03/206).
Pembaruan ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperluas akses bagi penyandang disabilitas dan kelompok prioritas.
Revitalisasi JPO Sarinah dibangun sepanjang 39,78 meter dengan lebar 2,1 meter yang didesain tanpa anak tangga dilengkapi dengan akses lift guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan khususnya bagi pelanggan prioritas.
Gubernur Pramono menyampaikan, JPO Sarinah punya nilai historis yang kuat. Jembatan ini merupakan JPO pertama di Jakarta yang diresmikan pada 21 April 1968. Karena itu, proses revitalisasi dilakukan tanpa menghilangkan identitas arsitekturalnya.
“JPO ini adalah yang pertama di Jakarta dan diresmikan pada 21 April 1968 oleh Bapak Ali Sadikin. Tentu ini memiliki nilai sejarah. Hari ini kita merevitalisasi agar JPO ini ramah disabilitas dan memberi pilihan bagi masyarakat, baik menggunakan lift maupun pelican crossing yang tetap dioperasikan,” ungkapnya.
Gubernur Pramono menambahkan, trotoar di kawasan tersebut juga akan dilebarkan hingga sekitar 2,6 meter untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan.
“Nantinya trotoar akan dilebarkan sekitar 2,6 meter sehingga kawasan ini semakin ramah bagi pejalan kaki. Mengingat Mal Sarinah merupakan bangunan heritage, kami ingin memastikan akses masyarakat untuk berbelanja atau berkunjung menjadi semakin mudah,” ujarnya.
Soal konektivitas, Pemprov DKI telah menawarkan opsi integrasi JPO dengan area Mal Sarinah. Namun, karena bangunan tersebut berstatus cagar budaya, pengelola masih mempertimbangkan berbagai aspek pelestarian.
“Saya sudah berdiskusi dengan Asisten Pembangunan untuk menindaklanjuti kemungkinan agar JPO ini dapat terhubung langsung ke Sarinah. Jika terwujud, tentu akan memberi manfaat bagi semua pihak,” kata Gubernur Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza mengatakan revitalisasi JPO Sarinah merupakan bagian dari integrasi Halte TransJakarta M.H. Thamrin sebagai simpul transportasi publik. Pembangunan JPO menggunakan anggaran korporasi TransJakarta dan menjadi satu kesatuan dengan program revitalisasi halte.
“Ini tahap pertama. Tahap selanjutnya, setelah reinstatement trotoar oleh MRT Jakarta yang direncanakan sekitar Mei, akan dilakukan pelebaran trotoar kurang lebih 2,6 meter. Untuk lift, sebenarnya sudah masuk dalam paket revitalisasi halte sebelumnya dan kini dilanjutkan pada tahap pemasangan. Pembangunan sempat tertunda karena sejumlah agenda nasional,” paparnya.
(kipray)



fsppi