-->

TERKINI

Gubernur DKI Hadiri Festival Cap Go Meh di Pancoran Chinatown

lampumerahnews
Rabu, 04 Maret 2026, 08.50 WIB Last Updated 2026-03-04T01:50:48Z

 

Lampumerahnews.id 


Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar perayaan Cap Go Meh di Pancoran Chinatown, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (03/03/2026). 


Perayaan Cap Go Meh di Jakarta menjadi simbol tradisi keberagaman dan toleransi yang dibalut dengan pertunjukan seni budaya Tionghoa serta atraksi barongsai dan lain sebagainya.


Acara ini menjadi puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). Sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta, seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan, Teguh Setyabudi, dan Djarot Saiful Hidayat, turut hadir dalam kesempatan tersebut.


Menurut Gubernur Pramono, perayaan ini menunjukkan bahwa budaya Tionghoa yang telah berakulturasi dengan budaya Betawi diterima dan tumbuh dengan baik di Jakarta.


“Ini menunjukkan bahwa acara kebersamaan yang diadakan Pemprov DKI Jakarta bersama INTI berjalan dengan baik. Kehadiran Bang Foke, Pak Sutiyoso, Mas Anies, Pak Djarot, dan lainnya sangat berarti. Ini menandakan kesinambungan pembangunan di Jakarta berjalan dengan baik,” ujarnya.


Gubernur Pramono menegaskan, Jakarta merupakan melting pot budaya, ruang perjumpaan berbagai etnis dan tradisi yang hidup berdampingan dalam harmoni. Tradisi-tradisi tersebut tumbuh dalam ruang sosial yang sama dan saling memperkaya, sehingga setiap komunitas memberikan kontribusi nyata bagi perjalanan dan kemajuan Jakarta.

 

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan Museum Peranakan di Jalan Keadilan menjadi simbol penguatan identitas budaya Jakarta yang majemuk. Museum tersebut akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Glodok-Pancoran yang terhubung dengan proyek MRT fase lanjutan, sehingga memperkuat kawasan itu sebagai destinasi wisata budaya.


“Saya ingin menyampaikan bahwa warga Tionghoa telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Jakarta. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta,” urai Gubernur Pramono.

 

Perayaan Cap Go Meh menutup rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 yang telah dimulai sejak 13 Februari lalu. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai persatuan. Rangkaian acara berlangsung sejak pagi dengan menghadirkan beragam atraksi budaya, seperti tari selendang dendang, pertunjukan barongsai dan liong, tanjidor, egrang, ondel-ondel, serta bazar UMKM.


Cap Go Meh merupakan hari ke-15 setelah Imlek yang identik dengan lampion dan pertunjukan seni budaya. Perayaan ini sarat makna syukur, harapan baru, serta optimisme untuk melangkah ke depan dengan semangat kerja keras. Tahun Kuda Api yang kini dimasuki melambangkan energi, keberanian, dan daya juang, semangat yang dinilai relevan bagi perjalanan Jakarta ke depan.


Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Rekor MURI atas penerbangan flying drone LED pertama di Indonesia kepada Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, diumumkan para pemenang Lomba Dekorasi Imlek 2026 dari berbagai kategori, mulai dari kementerian/lembaga, hotel, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan.


Gubernur Pramono menekankan, perayaan Cap Go Meh dan buka puasa bersama menjadi bukti nyata keberagaman sebagai kekuatan Jakarta. Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus merawat harmoni dan memperkuat kolaborasi dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berbudaya.


“Keberagaman bukan sekadar dirayakan dalam seremoni, tetapi harus dirawat sebagai kekuatan bersama. Dengan semangat Cap Go Meh dan Ramadan, mari kita jaga persatuan dan terus membangun Jakarta,” pungkasnya.


(kipray)

Komentar

Tampilkan

Terkini