-->

TERKINI

Antisipasi Macet Horor Arus Balik Idulfitri 1447 H, Pelabuhan Tanjung Priok Siagakan Command Center Terpadu

lampumerahnews
Kamis, 26 Maret 2026, 17.24 WIB Last Updated 2026-03-26T10:24:10Z

 

Lampumerahnews.id 


JAKARTA – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok bersama jajaran instansi lintas sektoral menggelar rapat koordinasi (Rakor) besar guna mengantisipasi potensi kemacetan parah pasca perayaan Idulfitri 1447 H/2026. Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang VVIP Terminal Penumpang Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (26/3/2026).


​Langkah proaktif ini diambil mengingat masih adanya sekitar 500.000 kendaraan yang diprediksi akan masuk kembali ke wilayah Jakarta dalam arus balik kali ini. Selain itu, berakhirnya masa pembatasan operasional truk sumbu tiga pada 29 Maret 2026 mendatang dipastikan akan memicu lonjakan aktivitas logistik di kawasan pelabuhan.

​Dalam upaya mempercepat respons di lapangan, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok mengumumkan bahwa Ruang VVIP pelabuhan akan dialihfungsikan sementara sebagai Command Center Terpadu.


​"Pusat kendali ini akan memantau operasional secara real-time, mulai dari arus kendaraan, pergerakan kapal, hingga monitoring Gate Pass dan Yard Occupancy Ratio (YOR) sebagai indikator utama kepadatan di dalam area pelabuhan," ujar Kepala KSOP dalam sambutannya.

​Wali Kota Jakarta Utara menyoroti pentingnya penanganan pada titik-titik krusial, seperti ketidakseimbangan kapasitas depo petikemas dan antrean truk yang kerap memakan badan jalan. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan buffer area seluas 5 hektare untuk menampung kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di jalan raya.


​Di sisi lain, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menyatakan kesiapannya untuk membuka akses data operasional secara transparan kepada publik dan aparat keamanan. Data CCTV dan jadwal kapal akan terintegrasi langsung dengan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya untuk sinkronisasi pengaturan lalu lintas.

​Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa koordinasi tahun ini harus lebih tajam dibanding tahun sebelumnya. "Kami memerlukan langkah konkret agar pengaturan lalu lintas berjalan optimal dan terintegrasi, terutama saat aktivitas logistik kembali normal dalam beberapa hari ke depan," tegasnya.


​Rapat ini ditutup dengan kesepakatan seluruh stakeholder untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran arus lalu lintas di salah satu urat nadi ekonomi Indonesia tersebut. Melalui transparansi informasi dan kesiapan infrastruktur, diharapkan kemacetan parah yang terjadi pada musim mudik tahun lalu tidak terulang kembali.

Komentar

Tampilkan

Terkini