-->

TERKINI

Pemprov Papua Selatan Cepat Tanggap Bangun Jalan Darurat untuk Akses Warga Terputus

lampumerahnews
Selasa, 20 Januari 2026, 06.51 WIB Last Updated 2026-01-19T23:51:33Z

 

Lampumerahnews.id 

Merauke- Aktivitas ekonomi dan mobilitas ribuan warga di sejumlah kampung pesisir Merauke lumpuh total. Ruas jalan Merauke–Ndalir–Kuller–Onggaya, yang menjadi urat nadi penghubung antar kampung, kini tak bisa dilalui usai diterjang banjir, curah hujan tinggi, dan hantaman ombak laut. Akibatnya distribusi barang terhenti, dan tak sedikit warga terisolasi dari dunia luar.


Kondisi darurat ini mendorong Pemerintah Provinsi Papua Selatan bertindak cepat. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, pada Sabtu (17/1/2026), langsung meninjau lokasi kerusakan dan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai, serta tim teknis untuk memastikan penanganan darurat segera dieksekusi.


"Karena warga sama sekali tidak bisa lewat dan akses terputus, maka pada hari Senin, 19 Januari 2026, kita akan membangun jalan darurat dan jembatan darurat agar aktivitas perekonomian bisa berjalan sementara," tegas Gubernur Safanpo di lokasi peninjauan.


Gubernur memerintahkan tim teknis untuk segera melakukan pengukuran dan merumuskan penanganan jangka pendek. Arus laut dan gelombang tinggi, di samping banjir dan hujan ekstrem, menjadi faktor utama yang memperparah kerusakan jalan dan memutus jembatan.


"Kita lakukan pengukuran untuk menyiapkan solusi jangka pendek, sekaligus merencanakan pembangunan breakwater atau bangunan pemecah gelombang di sisi laut supaya ombak tidak langsung menghantam badan jalan. Jembatan permanen juga akan kita rencanakan," jelas Safanpo.


Di hadapan Gubernur, Kepala Kampung Nasem Florida B. Mahuze tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mewakili masyarakat, menyampaikan curahan hati tentang kondisi jalan yang terus rusak berulang.


"Ini jalan umum, urat nadi untuk menghubungkan kampung kami dengan kampung lain. Tapi setiap kali diperbaiki, kembali rusak. Kami sudah capek," ujarnya.


Mahuze mengungkapkan, tekanan ekonomi membuat sebagian warga kembali menggali pasir di sekitar jalan dan jembatan, meski sudah diimbau. Ini mempercepat kerusakan kembali terjadi. Ia berharap, setelah jalan dibenahi, ada penjagaan agar perbaikan tidak sia-sia.


Menanggapi permintaan tersebut, Komandan Korem 174/ATW Mustakim yang turut hadir langsung merespons. Ia menyatakan penempatan pos keamanan dimungkinkan setelah perbaikan jalan darurat dilakukan dan akses kembali tembus.


Danrem meminta pemerintah kampung dan warga menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pos. Ia menambahkan, perencanaan penempatan pos akan diatur setelah pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan darurat berjalan sesuai rencana pemerintah provinsi. 


(Rizki)

Komentar

Tampilkan

Terkini