Lampumerahnews.id
JAKARTA – Usai mengunjungi rumah duka korban bocah yang tenggelam di kubangan proyek, jajaran Organisasi Cilincing Bersatu (CIBER) langsung meninjau lokasi proyek pembangunan jogging track di Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa sore (4/11/2026).
Ketua CIBER, Ajid Durrohim, mengatakan kondisi di lokasi proyek masih minim keamanan. Ia meminta kubangan yang menelan korban segera ditimbun agar tidak ada korban lain.
"Yang saya sampaikan, kedatangan kami melihat kubangan ini harusnya segera ditimbun agar tidak ada korban lain. Memang mungkin ada proses dari kepolisian untuk olah TKP. Tapi kami berharap pihak pengembang lebih meningkatkan keamanannya untuk anak-anak yang bermain di sini," ujar Ajid.
Sekretaris Jenderal CIBER, Supriadi, menegaskan musibah seperti ini cukup terjadi sekali di Kecamatan Cilincing. Ia menyoroti lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh pengembang maupun vendor pelaksana proyek.
"K3 itu tidak hanya di lingkungan kerja sendiri, tapi lingkungan masyarakat di luar juga harus diperhitungkan. K3-nya di mana? Penanggung jawab supervisor K3-nya ke mana tanggung jawabnya?" tegas Supriadi.
Meski demikian, Supriadi mengapresiasi PT Nindya Karya (NK) yang dinilai kooperatif dan sudah bersikap baik kepada keluarga korban.
"Alhamdulillah rupanya PT NK sudah sangat baik dengan masyarakat, kooperatif. Kami dengar sendiri dari keluarga korban," katanya.
Supriadi juga mengimbau seluruh konsultan dan pelaksana pembangunan di Cilincing agar lebih memperhatikan aspek K3, tidak hanya di internal proyek tetapi juga lingkungan sekitarnya.
"Kami berharap janganlah peristiwa ini terjadi lagi. Kami menghimbau kepada seluruh konsultan dan pembangunan yang melaksanakan pembangunan di Cilincing, tolong hal-hal seperti ini diperhatikan, terutama K3," ujarnya.
Sementara itu, Ajid Durrohim mengungkapkan saat meninjau lokasi, masih melihat banyak anak-anak bermain di kawasan proyek tanpa ada petugas keamanan yang melarang.
"Kami ke lokasi memang banyak anak-anak yang bermain dan kami lihat untuk keamanannya sepertinya tidak diperhatikan. Kita datang ke sini saja tidak ada keamanannya, yang harusnya kan ada keamanan yang melarang anak-anak bermain di dalam kawasan proyek," kata Ajid.
Menurutnya, kondisi itu sangat berbahaya karena di lokasi tersebut banyak alat-alat besar yang lalu lalang.
"Apalagi ini ada alat-alat besar yang mondar-mandir. Itu harusnya lebih diperhatikan juga, jangan sampai terjadi lagi. Ini sudah ada korban, ini makan korban, nanti lalu-lalang kendaraan itu makan korban," tegasnya.
CIBER berharap pengembang PT NK meningkatkan pengawasan dan keamanan di lokasi proyek secara lebih ketat agar tragedi serupa tidak kembali terulang.


