Lampumerahnews.id
MERAUKE– Sebanyak 100 warga lokalisasi Yobar mengikuti pembinaan kesehatan dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Merauke guna menahan laju penularan HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS). Agenda tatap muka ini menjadi langkah perlindungan langsung di tingkat komunitas.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris KPA Merauke Sudarmi, S.H., pemateri Epainetus Wuryanto, CST Florida Basik-basik, beserta tim staf lapangan.
Sudarmi menegaskan perlunya penyuluhan langsung agar warga memiliki kesadaran tinggi menjaga kesehatan diri. Sebabnya, sebaran kasus HIV/AIDS di wilayah Kota Merauke belakangan ini memperlihatkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan karena telah meluas hingga menyentuh kelompok usia remaja maupun kalangan ibu rumah tangga.
Guna memutus rantai penularan, KPA meminta warga menghindari seks bebas dan wajib mengenakan alat kontrasepsi pengaman. Masyarakat setempat juga diajak memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan cuma-cuma yang disediakan pemerintah.
Tesnya dijamin gratis. Sudarmi memastikan identitas serta riwayat medis setiap warga yang memeriksakan diri dijaga ketat agar tidak bocor ke publik.
Dalam sesi materi, pemateri membekali peserta dengan pemahaman seputar rute transmisi virus serta ragam bahaya penyakit kelamin menular.
"Dengan pengenalan tanda-tanda penyakit dapat menambah wawasan dan selain itu gunakan kondom untuk menghindari infeksi IMS," tutur Wuryanto.
Lingkungan lokalisasi Yobar selama ini tergolong aman dari lonjakan penyakit kelamin. Disiplin jadi kuncinya. Kepatuhan para penghuni dalam menggunakan pengaman saat beraktivitas dinilai ampuh meredam potensi infeksi baru.
Ketua Koordinator RT 19 Lokalisasi Yobar, Ibu Yuliati, menyambut baik edukasi tersebut. Menurutnya, KPA sebelumnya rutin menggelar pendampingan berkala setiap tiga bulan sekali.
Penyuluhan ini dinilai mendesak lantaran dinamika penghuni lokalisasi terus berganti, sehingga warga yang baru datang membutuhkan pembekalan agar tidak awam soal bahaya IMS.
"Kerja boleh, cari uang boleh, tapi intinya yang utama adalah sehat," ungkap Yuliati.
Namun begitu, ia mengingatkan agar langkah preventif ini berjalan terus-menerus demi menyongsong target Three Zero penanggulangan AIDS di Merauke. Pemerintah daerah diharapkan mengambil tindakan terukur agar penanganan di lapangan tepat sasaran.
"Harapannya dengan kegiatan ini semoga akan berkesinambungan, apalagi target Three Zero sudah semakin dekat sehingga langkah pemerintah bisa tepat sasaran agar kasusnya berkurang, bukan bertambah," sambung Yuliati.
Koordinator lapangan itu turut melayangkan apresiasi atas komitmen KPA Merauke yang konsisten membimbing warganya tanpa henti.
"Semoga ke depannya KPA tetap jaya dan jangan bosan-bosan ke sini," pungkasnya.


