-->

TERKINI

SPS Komitmen Bina Petani dan Peternak Lokal

lampumerahnews
Selasa, 27 Oktober 2026, 16.14 WIB Last Updated 2026-10-27T09:14:33Z

 


Lampumerahnews.id

Jakarta – Pengalaman panjang di industri pangan menjadi modal Siti Saidah, Pimpinan PT Sumber Pangan Sukses (SPS) yang akrab disapa Ida, dalam mengembangkan industri olahan pangan terpadu di Indonesia, di sela-sela anniversary 14 Tahun SPS di Jakarta Pusat. (27/10). 


Siti Saidah mengaku telah 34 tahun berkecimpung di peternakan ayam, mulai dari shelter house, chicken processing hingga trading daging ayam. Ia juga 17 tahun menggeluti industri olahan tepung kelapa atau desiccated coconut yang 99 persen produknya untuk ekspor. Dalam 8 tahun terakhir, ia fokus di komoditas beras.


“Memang tahun 2022, 2023, 2024 kita 99 persen impor karena pemerintah mengizinkan impor, tapi kita juga lebih banyak memberdayakan petani lokal,” ujarnya.


PT SPS memiliki pabrik beras kecil di Karawang dan membina petani serta penggilingan padi skala kecil 5 hingga 20 ton per hari di wilayah Cikarang, Karawang, Bekasi, dan Indramayu. Pembinaan dilakukan secara intensif, mulai dari pasokan gabah, modal kerja di depan, hingga pelatihan kualitas dan pengemasan.


“Pada umumnya mereka kekurangan modal, jadi kita bantu datangkan gabah, kasih modal kerja di depan. Karena margin beras itu kecil, mereka kita latih secara kontinu sehingga tidak mengalami kerugian,” kata Ida.


Komitmen lain yang dipegang perusahaan adalah pembayaran yang cepat kepada supplier. Jika barang datang maksimal pukul 17.00 sore, maka pembayaran ditransfer di hari yang sama.


“Harapan kita kalau take and give-nya dengan supplier itu bagus, maka servis mereka juga akan jauh lebih bagus lagi,” jelasnya.


Tak hanya beras, dalam 6 tahun terakhir Ida juga mengembangkan industri kelapa sawit, mulai dari PKS hingga refinery kecil di Kawasan Industri Pulogadung (JIEP). Saat ini kapasitas produksi refinery mencapai 18.000 ton per bulan dan ditargetkan naik menjadi 37.500 ton dalam empat bulan ke depan.


Untuk bahan baku, CPO dipasok dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, Dumai, Medan, Aceh, hingga Lampung. Sementara gabah berasal dari Madura, Bojonegoro, Kudus, Karawang, Cikarang, dan Indramayu.


Soal pembinaan petani, Ida rutin mengumpulkan puluhan penggilingan padi untuk dilatih cara menggiling yang benar, menjaga kebersihan, kualitas, dan packing. Pelatihan pernah dilakukan dengan mengumpulkan lebih dari 70 pabrik di Karawang.


Di akhir wawancara, Ida berpesan kepada generasi muda agar tidak takut memulai usaha.


“Kalau mau memulai usaha jangan takut. Kalau takut, ya jangan berusaha. Jalani saja dengan totalitas, tidak asal-asalan, berusaha, berdoa, lakukan saja. Intinya jangan malas, insyaallah bisa sukses,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini