-->

TERKINI

Pemkab Aceh Tamiang Minta Rekayasa Cuaca Diperkuat Hadapi Hujan Tinggi

lampumerahnews
Sabtu, 03 Oktober 2026, 08.17 WIB Last Updated 2026-10-03T01:17:49Z

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang meminta penguatan rekayasa cuaca sebagai langkah cepat menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir 2026. Langkah tersebut didorong karena normalisasi sungai belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.


Permintaan itu disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, dalam rapat tindak lanjut hasil rapat koordinasi penanganan dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui Zoom, Jumat (2/10/2026).


Bupati Armia mengatakan, pengerukan dan normalisasi sungai membutuhkan waktu, sementara potensi hujan tinggi masih menjadi ancaman yang harus diantisipasi segera.


“Kita lihat pengerukan maupun normalisasi sungai belum bisa segera terlaksana. Maka rekayasa cuaca menjadi langkah yang paling memungkinkan dilakukan sekarang,” ungkapnya.


Karena itu, Armia mengusulkan agar operasi rekayasa cuaca diperkuat. Jika pesawat yang tersedia terbatas atau tidak memadai, pemerintah dapat mempertimbangkan penyewaan pesawat tambahan untuk memperluas jangkauan operasi.


Menurut Armia, usulan tersebut mengacu pada pengalaman saat masa tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi sebelumnya, ketika BNPB melakukan operasi rekayasa cuaca secara intensif di wilayah udara Aceh Tamiang.


Selain rekayasa cuaca, Pemkab Aceh Tamiang meminta BMKG memberikan informasi perkembangan cuaca secara terus-menerus dan terkini. Informasi tersebut dinilai penting agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sesuai kondisi lapangan.


“Pembangunan infrastruktur seperti normalisasi sungai memakan waktu lama. Sementara hujan terus turun. Maka langkah cepat harus kita ambil sekarang,” kata Armia.


Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Pemkab Aceh Tamiang juga telah membentuk Tim Kesiapsiagaan Bencana. Dari 12 kecamatan yang ada, tiga kecamatan ditetapkan sebagai wilayah prioritas pengawasan banjir.


Posko-posko juga telah disiapkan di sejumlah titik rawan, termasuk dengan dukungan stok logistik untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Aceh Tamiang mengantisipasi risiko banjir sambil menunggu penanganan infrastruktur sungai yang membutuhkan waktu lebih panjang.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini