-->

TERKINI

Jembatan Bandar Pusaka–Sekerak Rp126 Miliar Segera Dibangun Pascabencana

lampumerahnews
Senin, 05 Oktober 2026, 08.28 WIB Last Updated 2026-10-05T01:29:15Z

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG — Pemerintah segera membangun kembali jembatan permanen yang menghubungkan Kecamatan Bandar Pusaka dan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, yang hancur diterjang banjir bandang akhir 2025. Proyek yang dibiayai APBN senilai Rp126,09 miliar itu ditargetkan mulai dibangun pada akhir 2026.


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Tamiang, Dedi Nurfadli, mengatakan pembangunan jembatan tersebut ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan saat ini masih dalam tahap penandatanganan kontrak.


“Insya Allah, jembatan penghubung Kecamatan Bandar Pusaka dan Kecamatan Sekerak pada akhir tahun ini akan segera dibangun,” kata Dedi di Aceh Tamiang, Jumat (2/10/2026).


Dedi menjelaskan, total anggaran pembangunan mencapai Rp126.089.998.000 dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears contract). Jembatan permanen tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk menggantikan jembatan lama yang rusak akibat diterjang arus banjir.


Putusnya akses utama selama ini berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat di kedua kecamatan. Warga masih bergantung pada jembatan gantung dan getek untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.


Pembangunan jembatan permanen diharapkan dapat memulihkan konektivitas sekaligus memperlancar kembali arus barang dan jasa antara Bandar Pusaka dan Sekerak.


Tidak hanya jembatan Bandar Pusaka–Sekerak, pemerintah juga merencanakan pembangunan dua jembatan lainnya secara bertahap. Keduanya merupakan penghubung dari Bandar Pusaka menuju Kampung Pematang Durian dan Kampung Baling Karang.


Bagi masyarakat, pembangunan kembali infrastruktur tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga pemulihan ekonomi setelah bencana.


Datok Penghulu Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Ibrahim, mengatakan kerusakan akibat bencana akhir 2025 turut memukul mata pencaharian warga.


“Dampak bencana akhir tahun lalu sangat memukul warga. Tak sekadar jembatan yang rusak, mata pencaharian masyarakat ikut lumpuh. Keberadaan jembatan permanen ini sangat berarti bagi pemulihan ekonomi warga,” ujar Ibrahim.


Dengan pembangunan jembatan permanen tersebut, pemerintah berharap konektivitas dua kecamatan yang sempat terganggu akibat bencana dapat kembali pulih dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini