-->

TERKINI

Mulai 2027, Wali Kota Bekasi Bakal Berkantor di RW untuk Perkuat Program Rp100 Juta

lampumerahnews
Minggu, 20 September 2026, 19.40 WIB Last Updated 2026-09-20T12:40:20Z

Lampumerahnews.id

BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berencana mulai berkantor di lingkungan Rukun Warga (RW) pada Januari 2027. Agenda tersebut dilakukan untuk melihat langsung persoalan di tingkat lingkungan sekaligus mendengar kebutuhan warga sebagai dasar pemerataan pembangunan.sabtu (19/09/2026).


Rencana itu disampaikan Tri saat menghadiri Forum Dialog Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan di RW 24, Kemang Pratama, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu.


Menurut Tri, pembangunan kota harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Setiap RW memiliki persoalan berbeda, mulai dari infrastruktur hingga pemberdayaan.


“Mulai Januari 2027, saya berencana berkantor di RW-RW. Kita ingin melihat, mendengar dan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai pemerintah membuat program, tetapi tidak menjawab persoalan warga,” ujar Tri.


Pendekatan tersebut sejalan dengan program Lingkar Keren atau Lingkungan Masyarakat Kota Bekasi Keren, yang mengalokasikan dana Rp100 juta per RW. Program ini diarahkan untuk pemerataan pembangunan hingga tingkat lingkungan, mencakup infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.


“Melalui Lingkar Keren, kita ingin memastikan pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Anggaran harus benar-benar menjawab kebutuhan warga,” katanya.


Tri menilai pengurus RW memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi lingkungan sehari-hari.


“Ketua RW harus tahu apa yang sedang dihadapi warganya. Apakah jalan lingkungan perlu diperbaiki, saluran air bermasalah, atau warga butuh ruang untuk kegiatan ekonomi. Kita ingin kebutuhan itu dibicarakan dan dicarikan solusinya bersama,” ungkapnya.


Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dan semangat gotong royong dalam menjaga hasil pembangunan.


“Gotong royong harus kita hidupkan dalam tindakan nyata. Ketika warga ikut menjaga lingkungan dan peduli terhadap persoalan tetangganya, di situlah nilai kebangsaan hadir,” tuturnya.


Melalui rencana berkantor di RW dan pelaksanaan Lingkar Keren, Pemkot Bekasi ingin memperkuat hubungan pemerintah dan masyarakat serta memastikan aspirasi warga menjadi bagian penting dalam arah pembangunan.


“Prinsipnya sederhana, kita datang, kita dengarkan, kita lihat persoalannya, lalu kita cari jalan keluarnya. Pembangunan harus dirasakan masyarakat sampai ke lingkungan tempat mereka tinggal,” pungkas Tri.

Komentar

Tampilkan

Terkini