-->

TERKINI

Harlah ke-71 K-Sarbumusi Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Pekerja

lampumerahnews
Selasa, 29 September 2026, 15.27 WIB Last Updated 2026-09-29T08:27:44Z

Lampumerahnews.id

JAKARTA — Memasuki usia 71 tahun, Konfederasi Sarbumusi menjadikan perjalanan panjang organisasi sebagai momentum memperkuat silaturahmi sekaligus merefleksikan arah perjuangan pekerja di tengah perubahan dunia kerja.


Momentum tersebut ditandai dengan Tasyakuran dan Refleksi Harlah ke-71 Konfederasi Sarbumusi yang digelar di Gedung DPP Sarbumusi, Jakarta, Senin (28/9/2026).


Kegiatan itu dihadiri jajaran organisasi dan unsur federasi di lingkungan Sarbumusi, termasuk Fahri Faturrahman, Ketua Umum Federasi P4K K-Sarbumusi NU.


Menurut Fahri, usia 71 tahun bukan sekadar angka bagi sebuah organisasi pekerja, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan perjuangan sekaligus memperkuat langkah menghadapi persoalan ketenagakerjaan yang terus berkembang.


«“Harlah ke-71 ini menjadi momentum bagi kita untuk melakukan refleksi. Perjalanan panjang Sarbumusi , Sarbumusi harus menjadi kekuatan untuk terus memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan pekerja,” ujar Fahri.»


Ia mengatakan, perubahan dunia kerja membuat serikat pekerja harus terus beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar dan perjuangan organisasi.


Persoalan pekerja saat ini, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan upah dan kesejahteraan, tetapi juga menyangkut kepastian hubungan kerja, perlindungan pekerja, alih daya, jaminan sosial serta berbagai perubahan pola kerja.


«“Tantangan pekerja semakin berkembang. Karena itu, serikat pekerja harus tetap hadir dan mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi anggota di lapangan,” katanya.»


Fahri juga menilai penguatan organisasi dan solidaritas antar pengurus serta anggota menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perjuangan Sarbumusi.


Menurutnya, organisasi yang telah melewati perjalanan panjang harus mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi pekerja berikutnya.


«“Yang penting bukan hanya bagaimana kita mengenang perjalanan 71 tahun Sarbumusi, tetapi bagaimana semangat perjuangan itu kita teruskan agar tetap relevan dengan kebutuhan pekerja hari ini dan ke depan,” ujar Fahri.»


Tasyakuran dan refleksi tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkuat hubungan antarelemen organisasi serta melihat kembali tantangan yang dihadapi pekerja.


Usia 71 tahun menjadi penanda panjangnya perjalanan Sarbumusi dalam dinamika gerakan pekerja. Namun, perubahan dunia kerja menuntut organisasi untuk terus memperkuat kapasitas, konsolidasi dan keberpihakan pada persoalan konkret yang dihadapi pekerja.


Bagi pekerja, keberadaan serikat bukan hanya penting ketika terjadi perselisihan hubungan industrial. Serikat juga memiliki peran dalam memperjuangkan perlindungan, kepastian kerja, kesejahteraan serta memastikan suara pekerja tetap menjadi bagian dari pembahasan kebijakan ketenagakerjaan.


Harlah ke-71 Sarbumusi dengan demikian menjadi momentum untuk melihat perjalanan masa lalu sekaligus memperkuat langkah menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini