-->

TERKINI

Makna Kemerdekaan bagi Perempuan, Giwo Rubianto: Harus Berdaya, Mandiri dan Berkontribusi

lampumerahnews
Senin, 17 Agustus 2026, 10.14 WIB Last Updated 2026-08-17T03:14:33Z

Lampumerahnews.id

JAKARTA– Presiden Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia, Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2026.


Menurut Giwo, kemerdekaan Indonesia tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga harus diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang semakin adil dan inklusif, termasuk dalam pemenuhan hak perempuan.


Ia menilai perempuan Indonesia perlu mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi, memperoleh pendidikan, membangun kemandirian ekonomi, mengembangkan profesi, serta terlibat dalam kepemimpinan dan proses pengambilan keputusan.


“Makna kemerdekaan bagi perempuan adalah mendapatkan hak sepenuhnya untuk berkembang, berdaya, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” kata Giwo dalam pesan memperingati HUT ke-81 RI.


Giwo menegaskan, perempuan tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan. Perempuan juga harus diberikan ruang untuk menjadi pelaku sekaligus penggerak perubahan di berbagai sektor.


“Perempuan Indonesia harus memiliki kesempatan yang luas untuk menentukan masa depan, meningkatkan kapasitas, dan mengambil peran di berbagai bidang,” ujarnya.


Ia berharap peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan nasional yang inklusif. Menurutnya, tidak boleh ada perempuan yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses terhadap pendidikan, ekonomi, teknologi maupun kesempatan untuk memimpin.


“Ketika perempuan berdaya dan mandiri, keluarga menjadi lebih kuat, masyarakat semakin maju, dan Indonesia semakin tangguh,” kata Giwo.


Saat ini, Giwo memimpin Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia, organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di bidang bisnis dan profesi. BPW Indonesia mendorong peningkatan kapasitas, kepemimpinan, kewirausahaan, serta penguatan jejaring perempuan di tingkat nasional dan internasional.


Kiprah Giwo dalam gerakan pemberdayaan perempuan juga telah berlangsung di tingkat internasional. Ia pernah dipercaya sebagai Vice President International Council of Women (ICW), salah satu organisasi perempuan internasional tertua di dunia yang berdiri sejak 1888 dan memiliki jaringan di berbagai negara.


Giwo terpilih sebagai salah satu Vice President ICW dalam Sidang Umum ke-35 ICW di Yogyakarta pada 2018. Ia kembali dipercaya menempati posisi tersebut dalam Sidang Umum ke-36 ICW di Avignon, Prancis, pada 2022.


Sementara di tingkat nasional, Giwo pernah memimpin Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya di Kowani, ia melanjutkan kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan melalui BPW Indonesia.


Dalam momentum HUT ke-81 RI, Giwo berharap semangat kemerdekaan semakin dirasakan perempuan melalui kesempatan nyata untuk memperoleh pendidikan, mengakses sumber-sumber ekonomi, membangun usaha dan profesi, serta berpartisipasi dalam ruang kepemimpinan.


“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Saya berharap perempuan Indonesia terus naik kelas, dari tingkat akar rumput hingga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global,” ujarnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini