-->

TERKINI

Generasi Muda Diajak Dokumentasikan Budaya Lokal Aceh Tamiang

lampumerahnews
Rabu, 12 Agustus 2026, 10.44 WIB Last Updated 2026-08-12T03:44:10Z

 Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG – Warisan budaya Aceh Tamiang yang selama ini banyak diwariskan melalui tradisi tutur didorong untuk mulai didokumentasikan dalam bentuk tulisan dan konten digital. Langkah tersebut dinilai penting agar pengetahuan tentang sejarah, adat, kuliner tradisional, serta kearifan lokal dapat terus dikenal dan dipelajari oleh generasi berikutnya.


Dorongan itu disampaikan Plt. Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal di Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tamiang, Selasa (11/8/2026).


Mewakili Bupati Aceh Tamiang, Syuibun mengatakan peningkatan kemampuan menulis bagi generasi muda dapat menjadi salah satu cara untuk mendokumentasikan kekayaan budaya daerah secara kreatif dan informatif.


“Bimtek ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas penulis lokal muda yang kreatif sekaligus peduli terhadap pelestarian budaya daerah,” ujarnya.


Menurut Syuibun, peserta tidak cukup hanya menghasilkan karya tulis. Media sosial dan internet juga dapat dimanfaatkan untuk membuat konten positif yang mengangkat berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan Aceh Tamiang.


Mulai dari sejarah daerah, adat istiadat, kuliner tradisional hingga kearifan lokal dapat dikemas dalam bentuk tulisan maupun konten digital sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama generasi muda.


Ia menilai dokumentasi tertulis menjadi penting karena sebagian tradisi dan pengetahuan lokal masih diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan.


“Tradisi tutur dan berbagai kearifan lokal perlu ditransformasikan ke dalam bentuk tulisan agar dapat menjadi dokumentasi dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkap Syuibun.


Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan karya, tetapi juga membangun sumber dokumentasi budaya yang dapat menjadi bahan literasi bagi masyarakat. Dengan semakin banyaknya budaya lokal yang dicatat dan dipublikasikan secara baik, pengetahuan mengenai identitas Aceh Tamiang memiliki ruang yang lebih luas untuk dipelajari.


Syuibun berharap peserta mampu menghasilkan karya yang kreatif sekaligus memperkenalkan budaya Aceh Tamiang kepada masyarakat yang lebih luas.


Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026. Materi yang diberikan mencakup sejarah, adat istiadat, kuliner tradisional, serta kearifan lokal Aceh Tamiang.


Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, pegawai, masyarakat umum dan peserta lainnya serta dihadiri sejumlah kepala SKPK dan narasumber.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini