Lampumerahnews.id
JAKARTA - Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta menggelar rapat penyelesaian utang piutang antara PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) dengan Perumda Pasar Jaya, Kamis (30/7/2026).
Rapat dipimpin Ketua Pansus sekaligus Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI, Ahmad Lukman Jupiter. Hadir Dirut Pasar Jaya, Dirut JUP, perwakilan BP BUMD, PTSP, Dinas Perhubungan, serta pihak swasta PT Mandiri Kreasi Kolaborasi dan Umar Kei selaku pemilik PT Unggul Karya.
Jupiter menyebut utang JUP kepada Pasar Jaya sudah berlarut-larut sejak tahun 2020 akibat kerja sama pengelolaan 27 titik parkir.
"Dalam rapat ini kami menekankan agar ada penyelesaian kewajiban PT JUP kepada Pasar Jaya. Utang ini sudah terlalu lama," ujar nya .
Alhamdulillah, dalam rapat telah dilakukan rekonsiliasi dan disepakati skema pembayaran. JUP akan mencicil utangnya ke Pasar Jaya sebesar Rp1 miliar setiap 3 bulan.
Umar Kei Beberkan Sejarah Kerja Sama 35 Titik Parkir.
Dalam rapat, Umar Kei hadir mewakili PT Unggul Karya sekaligus atas dasar utang PT BMS kepada JUP dan Pasar Jaya.
Ia mengungkap awal mula pengelolaan parkir. Saat era Gubernur Anies Baswedan, 35 titik parkir ditarik dari Dishub DKI untuk dikelola. Karena tidak mengerti, pengelolaan kemudian diserahkan kepada JUP senilai Rp4 miliar. JUP lalu menunjuk PT BMS yang saat itu direktur utamanya Yusron Solihin.
"Yang 35 titik tadi akhirnya disisakan 27 titik oleh teman-teman Pasar Jaya. 8 titik hilang," kata Umar.
Umar juga menyebut dirinya selama ini dimintai pendapat oleh Dirut Pasar Jaya, Agus, sejak peringatan 1 hingga pemutusan terhadap 4-5 perusahaan pengelola parkir termasuk BMS.
"Saya sampaikan ke Pak Dirut, pemutusan itu hak Bapak," ucapnya.
Pansus Dorong "Way Out" untuk Pihak Swasta
Ketua Pansus mengapresiasi itikad baik Umar Kei yang datang dan menyampaikan kekurangan yang harus diselesaikan.
"Kami sampaikan kepada BUMD Pasar Jaya dan JUP agar memberikan solusi terbaik. Urusan pihak swasta ini diberikan way out, solusi, agar ada titik temu. Mereka punya goodwill, punya keinginan menyelesaikan hutang," tegas dia .
Pansus berharap skema cicilan Rp1 miliar per 3 bulan dapat segera berjalan agar pendapatan Pasar Jaya tidak terus tertahan dan tata kelola parkir DKI menjadi lebih tertib.


