-->

TERKINI

Buku Muhammad Ja'far Hasibuan Diluncurkan di UI, Angkat Perjalanan Anak Desa Menuju Inovasi

lampumerahnews
Kamis, 30 Juli 2026, 09.01 WIB Last Updated 2026-07-30T02:01:36Z

 


Lampumerahnews.id

JAKARTA – Perjalanan hidup seorang anak desa yang merantau dengan bekal Rp70 ribu diangkat menjadi karya ilmiah dalam buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia karya Muhammad Ja'far Hasibuan. Buku tersebut diluncurkan dan dibedah dalam Seminar dan Talkshow Skala Internasional di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sabtu (25/7/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara itu diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring. Acara juga mendapat dukungan Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.


Muhammad Ja'far Hasibuan, mahasiswa Program Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), mengatakan peluncuran buku tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menghalangi lahirnya karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.


"Keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan," ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis (30/7/2026).


Dalam buku tersebut, Ja'far mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai anak yatim dari Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, yang merantau dengan bekal Rp70 ribu dan membiayai pendidikannya dengan berjualan roti. Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar berbagai penelitian yang melahirkan inovasi Biofar SS.


Peluncuran buku dilakukan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri. Dalam sambutannya yang dibacakan Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., Kapolri menyampaikan bahwa karya Muhammad Ja'far Hasibuan menunjukkan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, dan kepedulian sosial.


Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik karena berhasil menghubungkan pengalaman hidup penulis dengan berbagai teori yang relevan dalam bidang kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan. Menurutnya, karya itu juga membuka peluang bagi Muhammad Ja'far Hasibuan untuk melanjutkan studi doktoral di Harvard University.


Apresiasi juga datang dari Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., yang menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan bagi almamater dan bangsa. Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui perwakilannya, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., menetapkan Muhammad Ja'far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.


Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia sebagai salah satu koleksi referensi nasional. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku, dan penandatanganan dokumen referensi.


Peluncuran buku tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah literasi akademik sekaligus menginspirasi lahirnya inovasi yang berangkat dari pengalaman hidup, penelitian ilmiah, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini