-->

TERKINI

Aceh Tamiang Bangkit Pascabanjir, Pemulihan Tak Lagi Sekadar Bangun Infrastruktur

lampumerahnews
Rabu, 15 Juli 2026, 14.38 WIB Last Updated 2026-07-15T07:44:28Z

 

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG – Pemulihan Aceh Tamiang pascabencana mulai memasuki tahap yang lebih luas. Jika pada tahap awal perhatian tertuju pada rehabilitasi infrastruktur, kini berbagai program diarahkan untuk memperkuat pendidikan, literasi digital, pembinaan keagamaan, hingga pemulihan ekonomi sebagai bagian dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat.


Perubahan arah tersebut terlihat dari sejumlah kegiatan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Berbagai elemen, mulai dari pemerintah, guru, pustakawan, ulama, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga aparat penegak hukum, mulai dilibatkan dalam percepatan pemulihan daerah.


Salah satunya, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail meminta guru dan pustakawan menjadi garda terdepan membangun literasi digital. Menurutnya, tantangan masyarakat saat ini bukan lagi kekurangan informasi, melainkan banjir informasi yang menuntut kemampuan memilah fakta, menangkal hoaks, serta membangun etika bermedia sosial.


Pesan senada disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, saat membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan ke-13. Ia meminta para calon ulama muda memperluas dakwah ke ruang digital dengan menyisipkan edukasi mengenai etika bermedia sosial yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.


Di sektor pendidikan, dukungan juga datang dari kolaborasi Lazisnu PBNU dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) melalui Program Rehabilitasi Bencana Sumatera. Bantuan tersebut difokuskan pada rehabilitasi Dayah Sabilul Ulum Diniyah Islamiyah serta pembangunan Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah di Kecamatan Manyak Payed.


Bupati Armia menegaskan, membangun kembali Aceh Tamiang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


“Di tengah kondisi Kabupaten Aceh Tamiang yang sedang bangkit dari dampak bencana, semangat membangun tidak boleh surut. Justru dari musibah tersebut kita belajar tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, kepedulian, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai pondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh,” ujarnya.Selasa (14/07/2026)


Komitmen tersebut juga mengemuka dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dipimpin Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, bersama Bupati Aceh Tamiang. Rapat yang dihadiri unsur TNI, Polri, Kejaksaan Negeri, DPRK, Bappeda, dan jajaran perangkat daerah itu membahas percepatan perbaikan infrastruktur vital sekaligus strategi pemulihan ekonomi masyarakat agar seluruh program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


Sejumlah langkah tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan Aceh Tamiang kini tidak lagi berhenti pada pembangunan fisik. Pendidikan, ekonomi, literasi digital, serta penguatan nilai-nilai keagamaan mulai berjalan beriringan sebagai bagian dari proses membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana.


Dengan pendekatan itu, keberhasilan pemulihan Aceh Tamiang diharapkan tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari pulihnya aktivitas pendidikan, membaiknya perekonomian warga, tumbuhnya budaya bermedia yang sehat, serta menguatnya optimisme masyarakat untuk bangkit bersama.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini