-->

TERKINI

200 Korban Banjir Aceh Tamiang Terima Huntap, Pemulihan Masuki Babak Baru

lampumerahnews
Kamis, 16 Juli 2026, 12.39 WIB Last Updated 2026-07-16T05:39:40Z

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG - Setelah berbulan-bulan kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang, sebanyak 200 keluarga korban di Aceh Tamiang akhirnya mulai menempati rumah hunian tetap (Huntap). Hunian permanen bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia itu diresmikan sekaligus diserahterimakan oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., di kawasan Huntap Desa Tanjung Seumentoh, Kecamatan Karang Baru, Rabu (15/7/2026).


Peresmian Huntap tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di Aceh Tamiang. Banjir bandang yang melanda daerah itu pada akhir 2025 mengakibatkan kerusakan dalam skala besar, merusak puluhan ribu rumah warga, serta memaksa ribuan keluarga mengungsi dan bertahan di hunian sementara.


Hingga kini, penyediaan hunian tetap masih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak dalam proses rehabilitasi. Sebagian penyintas masih menunggu kepastian tempat tinggal permanen setelah rumah mereka rusak atau tidak lagi layak huni akibat bencana. Karena itu, setiap unit Huntap yang berhasil dibangun menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan memulai kehidupan secara normal.


Sebanyak 200 unit Huntap yang diresmikan merupakan kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak banjir melalui penyediaan hunian permanen bagi masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pimpinan serta seluruh relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang telah menunjukkan kepedulian dan aksi nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang.


"Bantuan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun budaya," ujar Armia.


Bupati juga mengucapkan selamat kepada seluruh penerima manfaat dan mengingatkan agar rumah yang telah diterima dapat dirawat serta dipelihara dengan baik.


"Jadikanlah tempat ini menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh keberkahan serta menjadi awal bagi kehidupan yang lebih sejahtera," pesannya.


Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen melanjutkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, tidak hanya melalui penyediaan hunian tetap, tetapi juga pembangunan infrastruktur, pemulihan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat agar kehidupan warga dapat pulih secara bertahap.


Prosesi peresmian ditandai dengan penyerahan kunci rumah secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang kepada warga penerima manfaat. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menyerahkan perlengkapan isi rumah sebelum rombongan meninjau langsung kawasan Huntap.


Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh Tamiang, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, tokoh masyarakat, serta ratusan warga penerima manfaat.


Peresmian 200 unit Huntap ini menjadi salah satu capaian penting dalam proses pemulihan Aceh Tamiang pascabanjir. Meski demikian, pekerjaan rehabilitasi belum sepenuhnya selesai. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, dan berbagai pihak lainnya masih menghadapi tantangan untuk menuntaskan penyediaan hunian bagi seluruh warga terdampak, memulihkan infrastruktur dasar, mengembalikan layanan publik, serta membangkitkan kembali perekonomian masyarakat agar proses pemulihan dapat berlangsung menyeluruh, berkelanjutan, dan memberikan kepastian masa depan bagi para penyintas.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini