-->

TERKINI

Penyintas Banjir Aceh Tamiang Dapat Layanan Medis dan Trauma Healing

lampumerahnews
Selasa, 16 Juni 2026, 13.55 WIB Last Updated 2026-06-16T06:55:25Z

Lampumerahnews.id

 ACEH TAMIANG – Penyintas banjir yang masih menempati hunian sementara di Aceh Tamiang mendapat layanan kesehatan dan pendampingan psikososial dari Universitas Syiah Kuala (USK), Senin (15/6/2026). Program tersebut difokuskan untuk mempercepat pemulihan fisik dan mental warga yang terdampak bencana serta masih berupaya bangkit setelah banjir besar melanda daerah itu.


Kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar Fakultas Kedokteran USK berlangsung di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Opak. Sejumlah dokter spesialis dan tim psikolog diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan sekaligus layanan trauma healing bagi warga.


Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada USK dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan masyarakat pascabencana.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami sangat berterima kasih kepada USK beserta seluruh mitra. Kehadiran tim medis spesialis dan pelayanan psikososial langsung di lokasi huntara ini sangat meringankan beban warga kami yang sedang berjuang bangkit pasca-bencana. Ini adalah bukti nyata bahwa dunia pendidikan hadir di tengah kesulitan masyarakat," ujar Ismail.


Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan dan pendampingan psikologis menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak banjir. Selain persoalan kesehatan fisik, sebagian penyintas juga membutuhkan dukungan untuk mengatasi trauma akibat bencana yang mereka alami.


Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat terdampak bencana.


Melalui program tersebut, USK tidak hanya memberikan dukungan pada masa tanggap darurat, tetapi juga berupaya mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi kesehatan masyarakat agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.


Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai mitra diharapkan mampu memperkuat proses pemulihan pascabencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan kesehatan fisik maupun mental masyarakat yang terdampak banjir.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini