Lampumerahnews.id
Jakarta – Rekaman video parade militer Front Pembebasan Azawad (FLA) di Bordj Badji Mokhtar, Aljazair selatan, viral di media sosial dan memicu ketegangan geopolitik baru. Laporan _La Revue d’Afrique_ menyebut parade dengan konvoi kendaraan taktis dan pengibaran bendera itu mengonfirmasi keberadaan basis militer kelompok separatis Tuareg di wilayah kedaulatan Aljazair.
Bordj Badji Mokhtar merupakan provinsi perbatasan langsung dengan Mali utara. Wilayah ini secara historis jadi jalur lintas dan tempat perlindungan kelompok bersenjata yang bergerak di antara dua negara.
Spekulasi Dukungan Aljazair
Kemunculan FLA secara terbuka di ruang publik dinilai bukti adanya pembiaran atau dukungan terselubung dari Aljazair. Momentum ini kontradiktif karena Aljazair baru saja menyatakan melepas dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan Sahara Barat/RSAB.
FLA dibentuk akhir 2024 sebagai gabungan koalisi separatis Tuareg. Kelompok ini intens menyerang militer Mali dan pasukan Rusia, bahkan mengklaim merebut kota strategis Kidal. Aktivitas lintas batas ini membuat hubungan diplomatik Aljazair-Mali anjlok, terutama setelah junta Mali memutus sepihak Perjanjian Perdamaian Algiers.
Reaksi Persisma Indonesia
Dinamika ini disorot Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko. Presiden Persisma, Wilson Lalengke, meminta semua pihak menahan diri agar konflik perbatasan Aljazair-Mali tidak mengganggu proses perdamaian di Sahara Maroko yang mulai membaik.
"Kami berharap resolusi konflik di Sahara Maroko tidak terganggu manuver militer atau politik yang memprovokasi. Penyelesaian damai dan hormat kedaulatan wilayah harus jadi komitmen bersama," ujar Wilson di Jakarta, Senin 1 Juni 2026.
Alumni PPRA-48 Lemhannas itu juga mengingatkan bahaya propaganda digital yang memanfaatkan ketidakstabilan untuk membentuk opini menyesatkan. Menurutnya, stabilitas Sahara penting untuk kenyamanan warga dan hubungan baik Maroko-Aljazair.
Parade FLA di Aljazair menambah kompleksitas konflik Sahel. Persisma berharap Sahara terbebas dari ancaman geopolitik separatis agar stabilitas ekonomi dan sosial Afrika Utara terjaga.


