-->

TERKINI

MPD Aceh Tamiang Apresiasi Kodim 0117 Bantu Pemulihan Pendidikan Pascabanjir

lampumerahnews
Selasa, 02 Juni 2026, 13.47 WIB Last Updated 2026-06-02T06:47:31Z

Lampumerahnews.id 


ACEH TAMIANG — Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0117/Aceh Tamiang atas keterlibatan aktif dalam membantu pemulihan sektor pendidikan pascabanjir yang melanda daerah tersebut pada akhir 2025 lalu.


Apresiasi itu disampaikan saat kunjungan silaturahmi jajaran MPD Aceh Tamiang ke Makodim 0117/Aceh Tamiang, Selasa (2/6/2026). Kunjungan tersebut juga menjadi momentum mempererat kolaborasi antara dunia pendidikan dan TNI dalam mendukung pemulihan serta penguatan karakter generasi muda pascabencana.


Ketua MPD Aceh Tamiang, Mutaqin, mengatakan bantuan yang diberikan Kodim 0117/Aceh Tamiang menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan di Aceh Tamiang saat daerah tersebut menghadapi masa sulit pascabencana.


“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Dandim beserta seluruh jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang yang telah membantu membersihkan Kantor MPD pascabanjir. Bantuan tersebut sangat berarti bagi kami karena mempercepat pemulihan layanan pendidikan di tengah kondisi yang saat itu masih dipenuhi lumpur dan material sisa banjir,” ujarnya.


Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan personel TNI menjadi contoh penting dalam membangun kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam membantu dunia pendidikan bangkit pascabencana.


Dalam pertemuan tersebut, MPD Aceh Tamiang juga menyampaikan bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan pada kerusakan bangunan dan fasilitas pendidikan, tetapi juga mempengaruhi proses belajar mengajar, merusak sarana pendidikan, perpustakaan dan arsip sekolah, serta meninggalkan dampak psikologis bagi sebagian peserta didik yang terdampak bencana.


Selain membahas dampak banjir terhadap dunia pendidikan, diskusi juga berkembang pada tantangan yang dihadapi sekolah dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.


Menurut Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan.


“Memang ada perubahan yang cukup signifikan dalam proses belajar mengajar dari generasi ke generasi. Dulu, pemahaman siswa terhadap UUD 1945, Pancasila, wawasan kebangsaan dan nilai-nilai cinta tanah air mendapat porsi yang cukup besar, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sementara saat ini, generasi muda hidup di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat, sehingga perhatian mereka terbagi pada banyak hal yang bersifat global maupun digital,” ujar Dandim.


Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar generasi muda tetap memiliki karakter yang kuat, disiplin dan memahami nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi.


“Kita tidak mungkin menolak perkembangan teknologi, tetapi kita harus memastikan generasi muda mampu memanfaatkannya secara positif tanpa kehilangan jati diri, karakter dan kecintaan terhadap bangsa. Di sinilah pentingnya pendidikan karakter, wawasan kebangsaan dan pembinaan generasi muda secara berkelanjutan,” katanya.


Selain membahas pemulihan pendidikan pascabanjir, MPD Aceh Tamiang dan Kodim 0117/Aceh Tamiang juga berdiskusi mengenai pentingnya penguatan karakter pelajar di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.


Pembinaan wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.


“Kami berharap sinergi antara MPD dan Kodim tidak berhenti pada penanganan pascabencana, tetapi juga dapat terus berlanjut dalam penguatan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan dan pembinaan generasi muda di Aceh Tamiang,” kata Ketua MPD.


Bagi MPD Aceh Tamiang, pemulihan pendidikan pascabanjir tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan dan fasilitas sekolah, tetapi juga penguatan karakter serta ketahanan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.


Pertemuan tersebut menghasilkan kesamaan pandangan bahwa pemulihan pendidikan pascabanjir tidak cukup hanya melalui perbaikan fasilitas, tetapi juga membutuhkan penguatan karakter, wawasan kebangsaan dan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


Kedua pihak berkomitmen terus memperkuat sinergi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Aceh Tamiang.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini