-->

TERKINI

Kami Tidak Atur Teknologi, Kami Atur Pekerjaan": Bangun Nugroho Hantam Algoritma Tak Transparan di ILO 114

lampumerahnews
Minggu, 07 Juni 2026, 01.30 WIB Last Updated 2026-06-06T18:30:52Z

 


Lampumerahnews.id

GENEVA – Tepat 6 hari sesi ke-114 sidang ILO telah dimulai , dua minggu negosiasi untuk konvensi global tentang pekerjaan layak di ekonomi platform digital.


Refleksi itu disampaikan Bangun Nugroho, Ketua Serikat Pekerja Transportasi dan Ekonomi Aplikasi SEPETA, 6/6/2026 malam waktu Swiss. Jadwal sidang sampai pukul 21.30, bikin mata panda tapi semangat tetap full.


Perang Kata per Kata, Bukan Hitung Halaman

Bangun menyebut negosiasi ini panjang, sulit, dan intens. Delegasi membahas ribuan amandemen baris demi baris, kadang kata demi kata.


“Kemajuan tidak selalu diukur dari jumlah halaman yang disepakati, tetapi dari kesabaran, ketekunan, dan tetap berada di ruangan ketika konsensus terasa jauh,” katanya.


Ia mengapresiasi kepemimpinan Amanda Brown, Mónica Viviana Tepfer, Ruwan Subasinghe, dan Konfederasi Serikat Buruh Internasional ITUC yang jadi nakhoda kaukus pekerja sepanjang minggu pertama.


Topik Panas " Klasifikasi dan Remunerasi

Dua isu paling kontroversial yaitu klasifikasi status pekerjaan di ekonomi platform dan remunerasi terkait " bayaran, biaya, ongkos, waktu kerja. Di sinilah tarik-ulur sengit terjadi.


Bangun menyoroti dialog sosial yang menantang. Tapi ia bangga karena pemimpin pekerja platform dari Kenya, Nigeria, Indonesia, Thailand, Chili, Brasil, Peru, Kolombia, Panama, Meksiko hadir bukan sebagai pengamat. Mereka peserta aktif kaukus pekerja.


“Mereka hadir mewakili serikat pekerja platform dari berbagai sektor: pengantar barang, penyedia layanan transportasi daring, moderator konten, pekerja rumah tangga, dan pelabel data. Suara mereka telah membentuk setiap debat,” ujar Bangun.


Ini Bukan Soal Teknologi, Ini Soal Kekuasaan   

Pesan paling tajam Bangun: ILO tidak sedang mengatur teknologi. ILO sedang mengatur pekerjaan.


“Anggota pekerja telah menyoroti bahwa Konstitusi ILO menetapkan mandat jelas: keadilan sosial, hak-hak pekerja, dan kondisi kerja. Konvensi ini dimaksudkan untuk mengatur kondisi kerja, bukan untuk memperluas hak kekayaan intelektual perusahaan,” tegasnya.


Masalah hari ini yang menjadi sorotan panas yaitu pekerja tak bisa menantang diskriminasi, kondisi kerja tidak aman, atau pemutusan akun sepihak. Sebab platform menolak buka algoritma dan sembunyi di balik kotak hitam.


“Saat ini pekerja tidak dapat menantang diskriminasi, kondisi kerja yang tidak aman, atau penonaktifan yang tidak adil — karena platform menolak untuk mengungkapkan metode mereka dan bersembunyi di balik algoritma yang tidak transparan. Itu bukan masalah teknis. Itu adalah masalah kekuasaan,” hantam Bangun.


Ia menutup refleksi minggu pertama: “Di ILC, kami tidak mengatur teknologi. Kami mengatur pekerjaan. Teknologi adalah apa yang digunakan untuk mengotomatisasi sistem yang berdampak pada pekerja. Kita tidak di sini untuk menyesuaikan hak-hak pekerja dengan kebutuhan bisnis. Ini tentang kehidupan di baliknya.


Minggu Kedua: Mobilisasi Lanjut

Satu minggu lagi tersisa. Ruangan tetap penuh, dokumen penuh catatan, kopi jadi penyelamat. 

“Masa depan pekerjaan harus dibangun di atas hak, bukan penindasan dan penghisapan. Mari kita segera mobilisasi. Galang solidaritas Lawan Penindasan,” tutup Bangun Nugroho dari Geneva Swiss.


Komentar

Tampilkan

Terkini