Lampumerahnews.id
JENEVA, SWISS – Pidato Ketua Delegasi Pekerja Indonesia Johanes Dartha Pakpahan di Gedung Tempus, Kantor PBB Jenewa, 10/6/2026, jadi sorotan International Labour Conference ILC Session 114. Dengan tegas ia menyerukan: masa depan kerja tidak boleh diputuskan tanpa melibatkan pekerja.
Berpidato di forum perburuhan terbesar dunia yang dihadiri 187 negara, Johanes Dartha mengingatkan ILO agar tetap berpegang pada prinsip dasar: dialog sosial, standar ketenagakerjaan internasional, dan martabat manusia.
Tolak AI yang Singkirkan Suara Pekerja
Menyikapi perkembangan kecerdasan buatan AI, Johanes Dartha menyatakan delegasi pekerja Indonesia mendukung pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Namun ia menolak AI yang menghilangkan suara pekerja, memicu PHK massal tanpa transisi adil, atau melahirkan diskriminasi algoritma.
"Algoritma boleh membantu, tetapi manusia harus tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab," tegasnya di hadapan peserta konferensi.
Ia meminta pemerintah memperkuat regulasi perlindungan bagi pekerja platform digital agar transformasi teknologi berjalan seiring perlindungan hak.
Desak ILO Lindungi Pekerja Palestina
Di isu internasional, Johanes Dartha menyampaikan solidaritas penuh kepada pekerja Palestina. Ia mendorong ILO memperkuat perlindungan hak pekerja, pelatihan keterampilan, dan bantuan sosial darurat bagi masyarakat terdampak konflik.
"Jangan biarkan pekerja Palestina sendirian," serunya. Pernyataan itu mendapat perhatian luas peserta sidang.
Ukuran Keberhasilan ILO: Pekerja Rentan Harus Sejahtera
Johanes Dartha mengingatkan, keberhasilan program ILO tidak boleh diukur dari dokumen dan laporan, tapi dari perubahan nyata yang dirasakan kelompok rentan: pekerja migran, pekerja informal, pekerja platform digital, dan pekerja yang terdampak transformasi teknologi.
"Jangan biarkan masa depan kerja diputuskan tanpa pekerja. Jangan biarkan ILO melenceng dari keadilan sosial," tutupnya.
Pidato ditutup dengan semangat “Merah Putih di dada, Indonesia di hati” . Delegasi tripartit Indonesia menegaskan komitmen mendorong pekerjaan layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan pekerja Indonesia serta dunia.


