Lampumerahnews.id
JENEWA, SWISS – Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114 resmi dibuka di Jenewa, Senin 1 Juni 2026. Hari pertama diisi agenda prosedural: pengesahan tata tertib, pemilihan pimpinan, pembentukan komite, dan penetapan agenda kerja 2 pekan ke depan.
Konferensi tahunan ILO ini diikuti 187 negara anggota dengan sistem delegasi tripartit: pemerintah, pekerja, dan pengusaha. Presiden Konferensi ILC ke-114 dari Uruguay dan Wakil Presiden dari Bangladesh ditetapkan dalam sesi pembukaan.
Dua Isu Kunci Jadi Sorotan Delegasi Buruh Indonesia
Ketua Delegasi Buruh Indonesia, Darta Pakpahan dari SBSI, menilai hari pertama sudah memberi gambaran arah politik ketenagakerjaan global. Dua isu utama yang mengemuka: konsistensi keputusan ILC ke-113 tentang Palestina dan kelanjutan pembahasan standar pekerja platform digital.
"Dari hari pertama kita bisa membaca apakah dunia kerja akan maju dengan konsistensi, atau justru membuka ruang kemunduran terhadap capaian yang sudah disepakati," kata Darta.
Uji Konsistensi Capaian ILC Ke-113 Tahun 2025 Delegasi Buruh Indonesia menegaskan ILC ke-114 tak bisa lepas dari 2 capaian ILC ke-113:
1. Status Palestina
Peningkatan Palestina jadi " Non Member Observer State di ILO yang memperluas partisipasi dalam tata kelola ketenagakerjaan global.
2. Pekerja Platform
Kesepakatan tahap pertama "Decent Work in the Platform Economy sebagai dasar standar internasional bagi pekerja digital.
Namun, sejak awal ILC ke-114 muncul kecenderungan yang diwaspadai. Ada upaya mempersoalkan kembali ruang partisipasi Palestina lewat mekanisme prosedural, serta potensi perlambatan pembahasan perlindungan pekerja platform karena perpanjangan diskusi teknis.
Prinsip Keadilan Sosial Diuji
Presiden ASPEK Indonesia Muhamad Rusdi menekankan isu Palestina adalah uji konsistensi prinsip keadilan sosial ILO. "Yang diuji bukan hanya status administratif, tapi konsistensi dunia internasional menegakkan keadilan sosial universal. Dalam konflik, pekerja paling cepat terdampak," ujarnya.
Ketua Umum GSBI Rudy HB Daman menyorot ekonomi platform yang sudah jadi struktur utama kerja global. "Jika pembahasan standar berjalan lambat, kesenjangan antara realitas kerja dan perlindungan hukum akan melebar," katanya.
Agenda ILC Ke-114
Selain dua isu utama, konferensi juga membahas " Second Discussion Decent Work in the Platform Economy , Laporan Dirjen ILO, pengawasan standar lewat CAS, program-anggaran ILO, dialog sosial, serta situasi pekerja di wilayah konflik termasuk Palestina.
Komite utama yang mulai bekerja: Platform Economy Committee, CAS, Credentials Committee, dan Finance Committee.
Presiden KBMI Daeng Wahidin menilai kredibilitas sistem internasional ditentukan dari kesinambungan keputusan dan implementasinya. Delegasi Buruh Indonesia menegaskan keberhasilan ILC ke-114 diukur dari kemampuan menjaga arah keadilan sosial kolektif, bukan sekadar jumlah keputusan baru.


