Lampumerahnews.id
JAKARTA – Sejumlah aktivis menggelar diskusi publik di sebuah warung kopi kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat 26/6/2026. Forum itu menghasilkan 3 tuntutan utama kepada Presiden Prabowo Subianto , agar keluar dari bayang-bayang kekuasaan sebelumnya.
Prabowo Terlanjur di Kubangan Jokowi
Pelaksana sekaligus Penanggung Jawab Acara, M. Nur Lapong , menyebut Prabowo kini menghadapi dilema politik akibat keterkaitannya dengan era Presiden Jokowi.
"Sekarang Prabowo menerima dengan segala konsekuensi. Karena apa? Dia juga terlanjur ikut dalam kubangan Jokowi. Sudah tahu kan? Makanya tidak salah dititipin Gibran. Nah itu masalahnya," ujar Nur Lapong.
Menurutnya, keberadaan Gibran Rakabuming Raka menjadi sumber protes publik yang terus bergulir. Ia mendesak Prabowo segera menentukan sikap, minimal melalui perombakan kabinet.
"Dulu kita berharap kabinet sehat, kabinet pakar, ahli dan profesional. Tapi setelah menghadap Jokowi, langsung berubah. Ada 17 menteri titipan Jokowi. Itu yang membuat Prabowo seperti di bawah bayang- bayang Jokowi ,"tegasnya.
Tiga Tuntutan ke Presiden
Nur Lapong merinci 3 tuntutan yang sudah viral sebelum diskusi digelar:
1. Adili Jokowi, "Ijazah Jokowi itu pasti palsu. Presiden harus punya solusi, jangan tutup mata. Ini persoalan moral bangsa," katanya.
2. Reshuffle Kabinet , "17 titipan ini yang mengganggu. Kalau kata kawan-kawan radikal break. Ganti semua menteri yang tidak paham visi misi Prabowo," ujarnya.
3. Selesaikan Status Gibran . "Ini bocil ini aib bagi bangsa. Inkonstitusional. Itu harus diselesaikan," tegasnya.
Ia menambahkan, tanpa keberanian memberantas oligarki dan korupsi hingga zero corruption visi misi Prabowo hanya omong kosong. "Prabowo sudah cukup 2 tahun berputar-putar. Sekarang saatnya ngegas, meroket. Kembali jadi otentik, bukan di bawah bayang-bayang Jokowi," ucapnya.
Sementara itu Presiden KBMI soroti Oligarki Biang Kerok Krisis
Presiden KBMI " Daeng Wahidin yang sama menilai krisis multidimensional nasional yang berakar pada oligarki yang menggaruk kekayaan negara dan merusak sistem di eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
" Seperti krisis listrik akibat ekspor batu bara, permainan mafia BBM, dan gejolak harga minyak goreng yang dikendalikan oligarki ," sebut nya .
"Indikasinya ada. Prabowo mulai berani usut under-invoicing, buat ekspor satu pintu. Tujuh presiden sebelumnya tidak bisa lakukan itu. Ini bukti serius Presiden lawan oligarki," ujarnya.
Ia juga menyorot kebijakan BULOG wajib membeli gabah petani Rp6.500/kg , sebagai keberpihakan kepada petani. "Selama Prabowo berpihak ke petani, buruh, nelayan, dan berani melawan oligarki, kami dukung,"ketus dia .
Hubungan Prabowo-Jokowi Makin "Panas Dingin"
Menjawab pertanyaan soal bayang-bayang Jokowi, Daeng mengakui pengaruh itu masih ada. "Tidak bisa dipungkiri, pasti ada. Tapi saya kira beliau sudah punya langkah pertahanan terhadap intervensi geng Solo,"tuturnya .
Ia berharap Kejaksaan menuntaskan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi secara objektif. "Perkembangan terakhir hubungan Prabowo dan Jokowi makin panas dingin," pungkasnya.


