-->

TERKINI

2.673 Hektare Sawah Pascabanjir Dipulihkan, Aceh Tamiang Siapkan 70 Pompa Irigasi

lampumerahnews
Selasa, 16 Juni 2026, 13.28 WIB Last Updated 2026-06-18T06:28:21Z

 Lampumerahews.id

Aceh Tamiang – Sedikitnya 2.673 hektare lahan pertanian yang terdampak banjir bandang November 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang kini dalam proses pemulihan. Untuk menjaga produktivitas lahan yang mulai kembali ditanami, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Satuan Tugas Penanganan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) menyiapkan bantuan irigasi pompa di 70 titik guna menjamin pasokan air bagi kawasan persawahan pascabencana.


Enam bulan setelah banjir bandang melanda Aceh Tamiang, rehabilitasi lahan pertanian terus dipercepat. Selain membersihkan material lumpur dan sedimentasi yang menutupi areal persawahan, pemerintah juga mulai memperkuat sarana pendukung produksi agar lahan yang telah dipulihkan dapat kembali menghasilkan panen dan mendukung ketahanan pangan daerah.


Bupati Aceh Tamiang melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Aceh Tamiang, Irwan Hadi, mengatakan bantuan irigasi pompa merupakan bagian dari program pemulihan pertanian yang dilakukan secara menyeluruh.


"Kami tidak hanya fokus membersihkan lahan pascabanjir, tetapi juga memastikan sarana pendukung seperti irigasi pompa tersedia agar petani dapat kembali berproduksi dengan baik," ujar Irwan, Selasa (16/6/2026).


Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan masa tanam, terutama pada lahan yang baru selesai direhabilitasi. Karena itu, bantuan pompa irigasi di 70 titik diharapkan mampu menjaga produktivitas sawah yang kembali digarap petani setelah terdampak banjir bandang.


Secara teknis, rehabilitasi lahan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan. Untuk kategori rusak sedang, penanganan dilaksanakan oleh Kodim 0117/Aceh Tamiang dengan target 712 hektare. Hingga 14 Juni 2026, pembersihan telah mencapai 428,28 hektare atau sekitar 60,15 persen dari target yang ditetapkan.


Sementara itu, lahan kategori rusak ringan ditangani melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dengan target 1.961 hektare yang dikerjakan secara gotong royong oleh kelompok tani. Dengan demikian, total lahan pertanian yang menjadi sasaran pemulihan pascabanjir mencapai 2.673 hektare.


Pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah karena sebagian besar masyarakat terdampak menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian dan perkebunan. Kembalinya lahan sawah ke masa tanam dinilai penting tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan daerah, tetapi juga mempercepat pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak bencana.


Sejumlah lahan yang telah direhabilitasi, termasuk di Kecamatan Manyak Payed, kini sudah kembali ditanami padi. Kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa upaya pemulihan mulai menunjukkan hasil meskipun pekerjaan rehabilitasi masih terus berlangsung di sejumlah lokasi lainnya.


Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Satgas PRR, Kodim 0117/Aceh Tamiang dan kelompok tani, pemulihan lahan pertanian pascabanjir diharapkan dapat berjalan maksimal sehingga produksi pangan daerah kembali pulih dan kesejahteraan petani yang terdampak bencana dapat segera bangkit.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini