-->

TERKINI

Transformasi Perunggasan 2026: Pemerintah Kucurkan Rp20 Triliun untuk Hilirisasi dan Lindungi Peternak Rakyat

lampumerahnews
Jumat, 08 Mei 2026, 21.31 WIB Last Updated 2026-05-09T14:32:05Z

 


Lampumerahnews.id 



JAKARTA – Sektor perunggasan nasional bersiap memasuki era baru. Dalam forum strategis di rangkaian pameran AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, pemerintah resmi menyepakati langkah besar untuk memperkuat kedaulatan pangan melalui penguatan hilirisasi dan perlindungan peternak mandiri.


​Langkah ini diambil sebagai solusi permanen atas ketidakpastian harga pasar yang selama ini menghantui para peternak rakyat.

​Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (08/05/2026) tersebut, terungkap bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Kementerian Pertanian telah menyiapkan alokasi pendanaan masif sebesar Rp20 triliun. Dana ini diproyeksikan untuk membangun ekosistem peternakan ayam terintegrasi berskala nasional.


​Fokus utama dari kucuran dana ini meliputi tiga pilar infrastruktur:


​Pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) secara masif.


​Penyediaan fasilitas Cold Storage (rantai dingin) di titik-titik sentra peternakan rakyat.


​Pembentukan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) guna memastikan penyerapan daging ayam dan telur tetap stabil.

​Selain dukungan finansial, pemerintah melakukan langkah proteksi berani dengan berencana mengalihkan wewenang impor bungkil kedelai (soybean meal/SBM) dari pihak swasta kembali ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan ini bertujuan untuk menekan volatilitas harga pakan yang selama ini menjadi beban utama biaya produksi peternak.


​"Kita perlu membangun infrastruktur pascapanen yang mampu menyerap hasil ternak rakyat secara stabil. Dengan begitu, peternak tidak lagi bergantung pada penjualan ayam hidup yang berisiko tinggi terhadap fluktuasi harga," tegas Alvino, perwakilan dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (KPUN).

​Berbeda dengan seminar pada umumnya, forum ini menghasilkan tiga poin komitmen nyata (mou) bagi industri:


​Offtaker Nasional: Penunjukan BUMN Pangan (Bulog/Berdikari) dan Agrinas sebagai pembeli siaga (offtaker) saat harga di tingkat peternak anjlok.


​Skema Pendanaan Infrastruktur: Perumusan model pembiayaan strategis bersama Danantara untuk percepatan sarana logistik.


​Peta Jalan CPP: Menempatkan protein unggas sebagai komoditas strategis nasional dengan kedudukan yang setara dengan beras.

​Seminar ini menghadirkan dialog dua arah yang intens. Sesi pagi diisi oleh aspirasi dari gabungan asosiasi (PPN, Berkah Telur Blitar, KPUN, PPUI, dan PERMINDO). Sementara itu, sesi siang berfokus pada implementasi teknis yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian, Kepala Bapanas, Dirut PT Berdikari, Dirut PT AGRINAS, serta pimpinan BPI Danantara.


​Melalui sinergi ini, Indonesia berharap ekosistem perunggasan nasional tidak lagi hanya dikuasai oleh korporasi besar, melainkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang berkeadilan bagi peternak rakyat di seluruh pelosok negeri.

Komentar

Tampilkan

Terkini