-->

TERKINI

Menteri LH Jumhur Hidayat: Pembangunan dan Lingkungan Punya Trade-off, Pengawasan Ketat Diperlukan

lampumerahnews
Sabtu, 23 Mei 2026, 19.43 WIB Last Updated 2026-05-23T12:43:57Z

 

Lampumerahnews.id 


DEPOK – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat merespons isu film dokumenter _Pesta Babi_ yang menyoroti eksploitasi hutan Papua untuk program ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan, persoalan pembangunan dan lingkungan tidak bisa dipisahkan secara mutlak.


“Ya, saya rasa memang tidak semua urusan bisnis harus selalu otomatis dibatalkan oleh urusan lingkungan,” ujar Jumhur usai menghadiri peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional di UIII Depok, Jumat (22/5/2026).


Menurutnya, pemerintah saat ini mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pembukaan lahan di Papua guna mendukung swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor. 


“Ada _trade-off_ antara kedaulatan pangan dan sebagainya,” jelasnya. 


Meski begitu, Jumhur memastikan penggunaan lahan tetap berada dalam pengawasan ketat pemerintah agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan berlebihan.


Ia juga menyinggung kondisi pengawasan lingkungan selama satu dekade ketika Kementerian Lingkungan Hidup digabung dengan Kementerian Kehutanan. Menurutnya, penggabungan itu menyebabkan lemahnya pengawasan terhadap dampak lingkungan di berbagai sektor industri.


“Ada akumulasi masalah di berbagai sektor. Sekarang Presiden Prabowo memisahkan,” ungkapnya.


Jumhur menegaskan, KLH kini menerapkan rezim sanksi tegas terhadap pihak yang merusak lingkungan. Ratusan sanksi telah dijatuhkan kepada perusahaan di sektor industri, pertambangan, dan _extractive industry_ yang selama 10 tahun dinilai luput dari pengawasan serius.


Selain sektor industri, KLH juga menjatuhkan sanksi kepada 330 pemerintah daerah yang lalai dalam pengelolaan sampah.


Namun, setelah 1,5 tahun rezim sanksi berjalan, pemerintah mulai mengedepankan pendekatan solusi. 


“Sekarang kita tambah dengan rezim solusi. Pemerintah tidak hanya fokus memberi hukuman, tetapi juga melibatkan pengusaha dan negara sahabat untuk mencari jalan keluar,” ucapnya.


Jumhur berharap pendekatan ganda ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan Indonesia dalam waktu singkat. 


“Mudah-mudahan dalam waktu singkat, Indonesia lebih naik kelasnya dalam urusan lingkungan,” tuturnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini